sekolah-rakyat-akan-menerapkan-kurikulum-meme

Sekolah Rakyat Akan Menerapkan Kurikulum MEME. Sekolah Rakyat, program inisiatif pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto, resmi memulai kegiatan belajar pada 14 Juli 2025 di 63 titik di berbagai kota di Indonesia. Program pendidikan gratis berbasis asrama ini menargetkan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. Salah satu keunikan Sekolah Rakyat adalah penerapan kurikulum Multi Entry-Multi Exit (MEME), yang dirancang khusus untuk memberikan fleksibilitas bagi siswa. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengumumkan kurikulum ini pada 22 Agustus 2025 di Jakarta, menegaskan bahwa MEME akan menjadi tulang punggung pembelajaran di Sekolah Rakyat. Dengan pendekatan yang berbeda dari sekolah formal umum, kurikulum ini menarik perhatian publik. Apa itu MEME, mengapa hanya diterapkan di Sekolah Rakyat, dan bagaimana respons siswa? Berikut ulasan lengkapnya. BERITA LAINNYA

Apa Itu Kurikulum MEME
Kurikulum Multi Entry-Multi Exit (MEME) adalah model pembelajaran inovatif yang memungkinkan siswa memulai dan menyelesaikan pendidikan mereka secara fleksibel, tanpa terikat pada tahun ajaran yang seragam. Berbeda dengan kurikulum nasional seperti Kurikulum Merdeka, MEME dirancang seperti sistem SKS di perguruan tinggi, di mana siswa dapat memilih mata pelajaran dan menyelesaikan modul sesuai kemampuan serta minat mereka. Kurikulum ini menggabungkan tiga aspek utama: akademik, fisik, dan psikologis, untuk memastikan kesiapan siswa dari latar belakang yang beragam. Materi pelajaran disusun dalam modul-modul yang mencakup kurikulum nasional, ditambah penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, dan keterampilan praktis seperti coding dan data science. Sistem pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS) digital juga diterapkan untuk memantau perkembangan siswa secara real-time, memastikan pembelajaran yang terpersonalisasi. Pendekatan ini memungkinkan siswa masuk kapan saja secara bergelombang dan lulus sesuai kecepatan belajar masing-masing.

Mengapa Kurikulum Ini Hanya Diterapkan di Sekolah Rakyat
Kurikulum MEME sengaja dirancang eksklusif untuk Sekolah Rakyat karena program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang seringkali memiliki keterbatasan akses pendidikan. Banyak dari mereka menghadapi tantangan seperti putus sekolah, keterlambatan akademik, atau kebutuhan untuk bekerja membantu keluarga, sehingga membutuhkan sistem yang lebih fleksibel dibandingkan kurikulum sekolah formal biasa. Sekolah Rakyat, yang beroperasi dengan sistem asrama, memberikan lingkungan belajar yang terkontrol dengan fasilitas lengkap, seperti laptop, laboratorium, dan asupan gizi, untuk mendukung siswa fokus pada pendidikan. Kurikulum MEME memungkinkan penyesuaian pembelajaran dengan kondisi sosial dan ekonomi siswa, seperti melalui muatan lokal yang relevan dengan lingkungan mereka. Selain itu, keterlibatan TNI dalam pelatihan kedisiplinan dan wawasan kebangsaan menjadi bagian dari “hidden curriculum” yang tidak ditemukan di sekolah umum. Penerapan MEME di Sekolah Rakyat juga merupakan uji coba untuk melihat apakah model ini dapat diterapkan lebih luas di masa depan, sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045.

Tanggapan Para Siswa Atas Kurikulum MEME Ini
Respons siswa terhadap kurikulum MEME di Sekolah Rakyat sangat positif, meski ada beberapa penyesuaian awal. Banyak siswa, terutama dari angkatan pertama di Sentra Terpadu Inten Soeweno, Cibinong, dan Sentra Handayani, Jakarta, merasa senang dengan fleksibilitas yang ditawarkan. Mereka mengapresiasi pendekatan yang tidak mengharuskan mereka mengikuti jadwal tahunan yang kaku, memungkinkan mereka belajar sesuai kecepatan masing-masing. Siswa juga menyukai fasilitas modern seperti laptop dan LMS digital, yang membuat pembelajaran lebih interaktif. Namun, beberapa siswa mengaku awalnya kesulitan beradaptasi dengan sistem asrama dan kedisiplinan yang diajarkan TNI, seperti baris-berbaris dan pembelajaran wawasan kebangsaan. Meski begitu, mereka merasa program ini memberikan kesempatan emas untuk mengakses pendidikan gratis dengan fasilitas lengkap. Siswa di Sekolah Rakyat Jawa Barat, misalnya, memuji muatan lokal Gapura Panca Waluya yang mengajarkan nilai-nilai budaya Sunda, seperti kejujuran dan kepedulian, yang membuat mereka merasa lebih dekat dengan identitas daerahnya.

Kesimpulan: Sekolah Rakyat Akan Menerapkan Kurikulum MEME
Kurikulum MEME yang akan diterapkan di sekolah raykat ini menjadi angin segar dalam upaya pemerintah agar bisa memberikan pendidikan yang inklusif untuk anak-anak dari kalangan keluarga yang sudah termasuk miskin esktrem. Dengan fleksibilitas masuk dan keluar, pendekatan terpersonalisasi, dan penguatan karakter, kurikulum ini dirancang untuk menjawab tantangan unik yang dihadapi siswa dari latar belakang kurang mampu. Penerapan eksklusif di Sekolah Rakyat menunjukkan komitmen untuk memprioritaskan kelompok rentan, dengan harapan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. Respons positif dari siswa, meski dengan catatan adaptasi awal, menunjukkan potensi besar kurikulum ini untuk mengubah nasib generasi muda. Keberhasilan program ini akan bergantung pada kesiapan guru, fasilitas yang memadai, dan dukungan semua pihak. Mari dukung Sekolah Rakyat dan kurikulum MEME untuk mewujudkan pendidikan yang merata dan bermakna bagi seluruh anak bangsa!

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *