Detik-detik Dancer Sound Horeg Ditabrak Mobil. Sebuah insiden tragis mengguncang perayaan HUT ke-80 RI di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, pada 20 Agustus 2025, ketika empat penari sound horeg tertabrak mobil saat sedang tampil dalam karnaval. Kejadian ini, yang terekam dalam video amatir dan viral di media sosial, mengubah suasana meriah menjadi mencekam. Para penari yang sedang berjoget di tengah jalan dilarikan ke rumah sakit, sementara pengemudi mobil langsung diamankan polisi. Insiden ini memicu diskusi tentang keamanan acara publik dan budaya sound horeg yang kian populer. Artikel ini akan mengulas apa itu sound horeg, dampaknya terhadap masyarakat, dan penyebab pengemudi menabrak para penari. BERITA LAINNYA
Apa Itu Sound Horeg
Sound horeg adalah tradisi seni pertunjukan jalanan khas Banyuwangi yang menggabungkan musik elektronik keras, tarian energik, dan kostum mencolok. Biasanya digelar saat perayaan seperti HUT RI, pernikahan, atau khitanan, sound horeg menampilkan penari yang berjoget diiringi suara sound system berdaya besar, sering kali menggunakan lagu-lagu dangdut atau remix modern. Penari, yang disebut dancer, tampil dengan gerakan atraktif di jalan raya, diikuti rombongan truk atau mobil yang membawa peralatan musik.
Di Banyuwangi, sound horeg telah menjadi bagian dari budaya lokal, menarik ribuan penonton, terutama saat karnaval seperti yang digelar pada 20 Agustus 2025 di Desa Sraten. Tradisi ini mirip dengan kesenian jaranan atau kuda lumping, tetapi lebih modern dengan penggunaan teknologi audio dan visual. Meski meriah, sound horeg sering kali memicu kemacetan karena rombongan memenuhi jalan, seperti yang terjadi dalam insiden di Cluring.
Apakah Sound Horeg Ini Sangat Mengganggu Banyak Orang
Sound horeg memiliki penggemar setia, terutama di kalangan muda Banyuwangi, karena keseruannya dalam memeriahkan acara. Namun, tradisi ini juga menuai kritik karena sering mengganggu ketertiban umum. Suara musik yang kencang, kadang mencapai 100 desibel, mengganggu warga sekitar, terutama di permukiman padat. Kemacetan lalu lintas juga menjadi isu, seperti di Desa Sraten, di mana rombongan sound horeg memblokir jalur utama, menyebabkan antrean kendaraan yang panjang.
Selain itu, kurangnya pengaturan rute dan izin resmi sering membuat acara ini sulit dikendalikan. Pada 2025, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah mencoba mengatur sound horeg dengan mewajibkan izin dan pengawasan polisi, tetapi pelaksanaannya masih lemah. Warga sering mengeluh di media sosial tentang kebisingan dan risiko kecelakaan, seperti yang terbukti dalam insiden 20 Agustus 2025, ketika mobil menabrak penari akibat situasi jalan yang kacau. Meski begitu, banyak yang tetap mendukung sound horeg sebagai warisan budaya lokal yang perlu dijaga dengan pengelolaan lebih baik.
Kenapa Pengendara Tersebut Menabrak Dancer Sound Horeg
Insiden di Desa Sraten terjadi ketika sebuah mobil yang dikemudikan seorang pria berusia 35 tahun menabrak empat penari sound horeg yang sedang berjoget di tengah jalan. Menurut keterangan polisi, pengemudi diduga kehilangan fokus karena bermain ponsel saat mengemudi, sebuah pelanggaran yang sering menjadi penyebab kecelakaan di Indonesia. Mobil tersebut melaju di jalur yang dipadati rombongan karnaval tanpa pengawalan memadai, memperburuk situasi.
Kurangnya koordinasi antara panitia acara dan polisi lalu lintas juga berkontribusi. Rombongan sound horeg tidak memiliki rute yang jelas, dan tidak ada pembatas fisik antara penari dan kendaraan lain. Keempat penari, yang tengah menari dengan gerakan atraktif, tidak menyadari mobil yang mendekat dari belakang. Pengemudi, yang kini ditahan untuk penyelidikan, mengaku tidak sengaja menabrak dan panik saat kejadian. Insiden ini menyoroti pentingnya pengaturan lalu lintas yang ketat selama acara publik dan kesadaran pengemudi untuk menghindari distraksi seperti ponsel.
Kesimpulan: Detik-detik Dancer Sound Horeg Ditabrak Mobil
Kecelakaan tragis di Desa Sraten, Banyuwangi, pada 20 Agustus 2025, ketika empat penari sound horeg tertabrak mobil, menjadi pengingat akan risiko acara publik yang tidak terkelola dengan baik. Sound horeg, sebagai tradisi budaya lokal yang meriah, memiliki tempat di hati masyarakat, tetapi sering memicu gangguan seperti kebisingan dan kemacetan. Insiden ini, yang disebabkan oleh pengemudi yang bermain ponsel dan kurangnya pengaturan acara, menegaskan perlunya pengawasan ketat dan koordinasi antara panitia, polisi, dan warga. Dengan perencanaan yang lebih baik, seperti penetapan rute khusus dan pengawalan lalu lintas, tradisi sound horeg dapat terus dilestarikan tanpa mengorbankan keselamatan. Kejadian ini juga mengingatkan pengemudi untuk selalu fokus di jalan, mencegah tragedi serupa di masa depan.