guru-lecehkan-siswi-smp-negeri-ini-memicu-demo-di-bekasi

Guru Lecehkan Siswi SMP Negeri Ini Memicu Demo di Bekasi. Pada Senin, 25 Agustus 2025, SMP Negeri 13 Kota Bekasi diguncang aksi demonstrasi oleh puluhan alumni dan orang tua siswa di Perumahan Harapan Baru, Bekasi Barat. Aksi ini dipicu oleh dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang guru olahraga terhadap siswi, yang menjadi viral di media sosial dan memicu kemarahan publik. Demonstrasi tersebut menuntut tindakan tegas dari pihak sekolah dan pemerintah kota terhadap pelaku, yang kini telah ditangkap polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini menambah daftar panjang isu perlindungan anak di lingkungan pendidikan di Indonesia. Siapa guru yang terlibat, siapa siswa yang menjadi korban, dan apakah demo ini membawa hasil? Mari kita ulas lebih dalam. BERITA BOLA

Siapa Guru Tersebut
Guru yang menjadi pusat kontroversi adalah seorang oknum berinisial JP, yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mengajar mata pelajaran olahraga di SMP Negeri 13 Kota Bekasi. JP diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah siswi, dengan laporan menyebutkan tindakan seperti merangkul dan menyentuh paha siswi, yang dianggapnya sebagai candaan. Perilaku ini dilaporkan telah berlangsung sejak 2018, dengan beberapa alumni juga mengaku menjadi korban di masa lalu. JP telah dijemput polisi dari rumah anaknya di Marakas, Bekasi, pada 26 Agustus 2025, untuk menjalani pemeriksaan di Polres Metro Bekasi Kota. Saat ini, ia telah dinonaktifkan dari tugas tambahan sebagai wali kelas dan pembina OSIS, serta diskors dari mengajar selama satu pekan sebagai sanksi awal dari sekolah.

Siapa Siswa Yang Dilecehkan Guru Tersebut
Korban utama yang memicu kasus ini adalah seorang siswi kelas 9 berinisial N, berusia 15 tahun, yang masih aktif bersekolah di SMP Negeri 13. Menurut laporan, N mengalami pelecehan sebanyak dua kali oleh JP, pertama setelah Lebaran 2025 dan kedua menjelang perayaan 17 Agustus. Pelecehan ini mencakup tindakan fisik seperti rabaan yang tidak pantas, yang awalnya disembunyikan korban karena rasa takut dan cemas. N akhirnya memberanikan diri melapor setelah bercerita kepada teman dan orang tuanya, yang kemudian menjadi viral di media sosial. Selain N, beberapa alumni juga mengaku pernah menjadi korban JP, dengan salah satu orang tua, berinisial BY, menyatakan anaknya mengalami pelecehan serupa saat masih bersekolah di SMP tersebut. Jumlah pasti korban belum diketahui, tetapi diperkirakan lebih dari lima siswi, berdasarkan pengakuan di lokasi demonstrasi.

Apakah Demo Ini Membuahkan Hasil Bahwa Guru Itu Akan Dipecat
Aksi demonstrasi pada 25 Agustus 2025 berhasil menarik perhatian pihak berwenang dan memicu respons cepat. JP telah ditangkap oleh Polres Metro Bekasi Kota pada 26 Agustus untuk pemeriksaan lebih lanjut, dengan laporan polisi (LP) yang dibuat oleh pihak korban. Pihak sekolah, di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Tetik Atikah, telah memberikan sanksi awal berupa skorsing dan pencopotan JP dari tugas tambahan. Namun, pemecatan JP tidak dapat dilakukan langsung oleh sekolah karena statusnya sebagai ASN, yang kewenangan pemecatannya berada di tangan Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan dukungan penuh terhadap penegakan hukum dan menyatakan bahwa sanksi tegas akan dijatuhkan jika JP terbukti bersalah. Dinas Pendidikan kini sedang mendalami kasus ini, dengan tim pencari fakta yang dibentuk untuk memastikan keadilan. Demonstrasi ini juga mendorong Pemerintah Kota Bekasi untuk memperkuat sistem perlindungan anak, termasuk jalur pengaduan yang lebih jelas.

Kesimpulan: Guru Lecehkan Siswi SMP Negeri Ini Memicu Demo di Bekasi
Kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum guru olahraga JP di SMP Negeri 13 Kota Bekasi telah memicu gelombang protes dari alumni dan orang tua, menyoroti pentingnya perlindungan anak di lingkungan sekolah. Dengan korban utama seorang siswi kelas 9 dan beberapa alumni yang juga mengaku menjadi korban, demonstrasi pada 25 Agustus 2025 berhasil mendorong penangkapan pelaku dan tindakan awal dari sekolah. Meski pemecatan belum final karena status ASN pelaku, respons cepat dari polisi dan Pemerintah Kota Bekasi menunjukkan komitmen terhadap keadilan. Kasus ini menjadi pengingat akan perlunya sistem perlindungan anak yang lebih kuat di sekolah-sekolah Indonesia. Akankah langkah ini memastikan keamanan siswa di masa depan? Dengan perhatian publik dan tindakan hukum yang sedang berjalan, harapan untuk lingkungan pendidikan yang aman semakin terbuka.

 

BACA SELENGKAPNYA DI..

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *