marsdya-andryawan-martono-ditunjuk-jadi-pangkohanudas

Marsdya Andryawan Martono Ditunjuk Jadi Pangkohanudas. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto resmi menunjuk Marsekal Madya (Marsdya) TNI Andyawan Martono Putra sebagai Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) pada 8 Agustus 2025. Penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1033/VIII/2025, menandai kembalinya Kohanudnas sebagai satuan strategis TNI AU setelah diaktifkan kembali melalui Perpres Nomor 84/2025. Pelantikan Andyawan dilakukan di Jakarta, menegaskan peran pentingnya dalam memperkuat pertahanan udara Indonesia. Kegiatan ini menjadi sorotan publik karena menandai langkah baru dalam modernisasi pertahanan udara nasional. BERITA LAINNYA

Siapa Marsdya Andyawan Martono?
Marsdya Andyawan Martono Putra, lahir di Malang, Jawa Timur, pada 30 April 1967, adalah perwira tinggi TNI AU lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1989. Dikenal sebagai penerbang tempur F-16 Fighting Falcon dengan callsign “Sable,” ia mencatatkan 1.000 jam terbang. Putra mantan Bupati Bekasi, Brigjen TNI (Purn) Suko Martono, Andyawan memulai karier di Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi. Ia pernah menjabat berbagai posisi strategis, termasuk Danlanud Roesmin Nurjadin, Pangkoopsau III, Danjen Akademi TNI, Pangkoopsudnas, Pangkogabwilhan II, dan Wakil Kepala Staf TNI AU (Wakasau) hingga Mei 2025, sebelum menjadi Staf Khusus KSAU dalam persiapan untuk jabatan ini.

Kenapa Dia Ditunjuk sebagai Pangkohanudas?
Penunjukan Andyawan sebagai Pangkohanudnas didasari pengalamannya yang luas di bidang operasi udara dan kepemimpinan strategis. Kohanudnas, yang kembali diaktifkan setelah dilebur ke Koopsudnas pada 2022, bertugas mengelola pertahanan udara nasional, termasuk koordinasi radar, pesawat buru sergap, dan rudal pertahanan udara. Dengan rekam jejak sebagai penerbang tempur dan pemimpin satuan seperti Koopsudnas, Andyawan dianggap tepat untuk memimpin satuan ini. Keputusan ini juga sejalan dengan kebijakan pertahanan 2020-2024 yang menekankan daya tanggap strategis dan modernisasi alutsista. Andyawan diharapkan memperkuat koordinasi pertahanan udara, terutama di wilayah strategis seperti Kepulauan Riau.

Reaksi Masyarakat Tentang Ini?
Pengangkatan Andyawan memicu beragam respons di kalangan masyarakat. Di media sosial, banyak netizen mengapresiasi keputusan ini, memuji rekam jejak Andyawan sebagai penerbang tempur berpengalaman. Komentar seperti “Salut, Marsdya Andyawan pasti bawa Kohanudnas lebih kuat!” dan “Penerbang F-16 jadi Pangkohanudnas, pertahanan udara kita aman!” ramai bermunculan. Namun, beberapa warga mempertanyakan urgensi reaktivasi Kohanudnas, dengan komentar seperti “Apa bedanya dengan Koopsudnas? Semoga ini beneran efektif.” Secara umum, publik optimistis Andyawan mampu membawa perubahan positif dalam pertahanan udara Indonesia.

Kesimpulan: Marsdya Andryawan Martono Ditunjuk Jadi Pangkohanudas
Penunjukan Marsdya Andyawan Martono sebagai Pangkohanudnas menegaskan komitmen TNI AU untuk memperkuat pertahanan udara nasional. Dengan pengalaman panjang sebagai penerbang tempur dan pemimpin strategis, Andyawan diharapkan mampu memajukan Kohanudnas, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan udara di wilayah strategis. Respon positif masyarakat mencerminkan kepercayaan terhadap kemampuan Andyawan, meski ada harapan agar peran Kohanudnas lebih jelas dan efektif. Langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi pertahanan Indonesia, sekaligus menunjukkan pentingnya kepemimpinan berpengalaman dalam menjaga kedaulatan udara.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *