3-pekerja-pabrik-baja-korsel-hirup-gas-berancun

3 Pekerja Pabrik Baja Korsel Hirup Gas Berancun. Tragedi kembali menimpa industri baja Korea Selatan pada 20 November 2025. Tiga pekerja di sebuah pabrik baja besar di Pohang, Provinsi Gyeongsang Utara, pingsan setelah menghirup gas beracun saat membersihkan lumpur. Insiden yang terjadi sekitar pukul 13.30 waktu setempat ini melibatkan dua pekerja subkontrak dan satu karyawan tetap yang mencoba menolong. Ketiganya langsung mengalami henti jantung saat dilarikan ke rumah sakit, meski nyawa mereka berhasil diselamatkan. Kejadian ini jadi yang kedua dalam dua minggu di pabrik yang sama, menimbulkan pertanyaan serius soal keselamatan kerja di sektor berat. BERITA BOLA

Kronologi Insiden yang Mencekam: 3 Pekerja Pabrik Baja Korsel Hirup Gas Berancun

Kejadian bermula saat dua pekerja subkontrak membersihkan sludge atau lumpur limbah di fasilitas pengolahan. Gas beracun, diduga karbon monoksida, tiba-tiba bocor dan terhirup langsung. Seorang karyawan pabrik yang melihat langsung berusaha membantu, tapi ikut terpapar. Ketiganya segera kehilangan kesadaran dan mengalami sesak napas berat. Tim pemadam kebakaran dan medis tiba cepat, memberikan oksigen darurat di tempat sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat. Kondisi mereka sempat kritis dengan henti jantung, tapi berhasil distabilkan setelah perawatan intensif. Produksi di area tersebut langsung dihentikan untuk investigasi.

Penyebab Awal dan Risiko Gas Beracun: 3 Pekerja Pabrik Baja Korsel Hirup Gas Berancun

Otoritas pemadam kebakaran menduga karbon monoksida sebagai biang keladi, gas tak berbau yang sering muncul dari proses pembakaran tidak sempurna atau limbah industri. Di pabrik baja, gas seperti ini bisa terakumulasi di ruang tertutup saat pembersihan tanpa ventilasi cukup. Dua pekan sebelumnya, insiden serupa di pabrik yang sama tewaskan satu pekerja dan lukai tiga lainnya karena paparan zat kimia dari pipa rusak. Ini tunjukkan pola berulang: pekerjaan berisiko tinggi sering dialihkan ke subkontrak dengan pelatihan dan perlengkapan minim. Gas beracun bisa sebabkan keracunan akut, kerusakan otak permanen, bahkan kematian jika tidak ditangani cepat.

Respons dan Sorotan Keselamatan Kerja

Pihak pabrik langsung tutup area terdampak dan lakukan inspeksi menyeluruh. Polisi dan kementerian tenaga kerja selidiki apakah ada kelalaian prosedur keselamatan, termasuk penggunaan masker gas dan detektor. Serikat buruh kritik keras praktik outsourcing bahaya, yang sering jadi penyebab kecelakaan fatal di Korsel. Pemerintah janji perketat pengawasan, tapi publik tuntut tindakan nyata karena angka kecelakaan industri masih tinggi. Ketiga korban kini dalam pemulihan, tapi insiden ini jadi pengingat pahit bahwa keselamatan tak boleh dikompromi demi produksi.

Kesimpulan

Kejadian tiga pekerja pabrik baja Korsel hirup gas beracun pada 20 November 2025 selamatkan nyawa, tapi buka luka lama soal keselamatan kerja. Di tengah industri yang jadi tulang punggung ekonomi, nyawa pekerja tak boleh jadi taruhan. Insiden berulang ini harus jadi momentum reformasi total: pelatihan lebih baik, perlengkapan standar, dan tanggung jawab penuh dari perusahaan utama. Semoga korban cepat pulih, dan tragedi seperti ini tak terulang lagi di mana pun. Keselamatan kerja bukan biaya, tapi investasi paling berharga.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *