as-menyerang-kapal-yang-diduga-membawa-narkoba-di-karibia

AS Menyerang Kapal yang Diduga Membawa Narkoba di Karibia. Pada dini hari 2 November 2025 kemarin, Angkatan Laut AS melakukan serangan mendadak terhadap sebuah kapal kargo yang diduga membawa narkoba senilai Rp 500 miliar di perairan Karibia utara, dekat pulau Antigua. Operasi ini, yang melibatkan kapal perusak USS Carney dan drone pengintai, sebabkan kapal itu tenggelam setelah tembakan peringatan gagal hentikan pelarian—empat awak selamat ditangkap, sementara dua diduga tewas. Dalam konferensi pers di Miami, Komandan Angkatan Laut AS, Laksamana Lisa Franchetti, sebut ini “pukulan telak terhadap jaringan kartel Kolombia yang gunakan Karibia sebagai rute utama.” Di tengah gelombang perdagangan narkoba yang naik 30 persen tahun ini, aksi ini bukan sekadar operasi rutin—ia pengingat betapa rapuhnya perairan Karibia sebagai pintu masuk kokain ke AS, dengan 80 persen pasokan global lewat rute itu. Saat musim hujan mendekat dan patroli internasional terhambat, serangan ini ungkit pertanyaan: apakah AS akan eskalasi operasi, atau ini cuma puncak gunung es dari perang obat yang tak kunjung reda? INFO CASINO

Kronologi Operasi Serangan di Perairan Karibia: AS Menyerang Kapal yang Diduga Membawa Narkoba di Karibia

Operasi bermula sekitar pukul 03.00 waktu setempat, saat drone MQ-9 Reaper milik AS deteksi kapal kargo 50 meter panjangnya—diduga berbendera Panama tapi dikendalikan kartel Kolombia—di perairan 100 mil utara Antigua. Kapal itu, yang bawa 2 ton kokain murni berdasarkan intelijen DEA, coba hindari patroli dengan kecepatan 25 knot. USS Carney, yang patroli rutin di bawah Joint Interagency Task Force South, kirim sinyal peringatan via radio dan flare, tapi kapal itu percepat, picu tembakan peringatan ke dek belakang.

Dalam 10 menit, kru Carney tembakkan dua peluru 5 inci ke dekat lambung kapal, sebabkan kebocoran yang bikin kapal miring dan tenggelam dalam 30 menit. Empat awak—tiga Kolombia dan satu Venezuela—diselamatkan dengan perahu karet, bawa GPS dan dokumen palsu yang konfirmasi muatan narkoba. Dua lainnya diduga terperangkap di kabin bawah, tubuhnya belum ditemukan di kedalaman 200 meter. Tim SAR dari Antigua tiba dalam satu jam, bantu evakuasi. Polisi AS segera interogasi korban, ungkap rute dari Cartagena ke Florida via Bahama—rute yang sebabkan 40 persen penangkapan narkoba Karibia tahun ini. Kronologi ini cepat: intelijen DEA dari drone bawah air konfirmasi muatan, dan kapal karantina untuk analisis forensik. Franchetti sebut “kami bertindak presisi untuk selamatkan nyawa dan hentikan aliran racun,” tapi aktivis hak asasi kritik penggunaan kekuatan mematikan di perairan netral.

Respons Internasional dan Koordinasi Anti-Narkoba: AS Menyerang Kapal yang Diduga Membawa Narkoba di Karibia

Respons global campur: Kolombia, sumber utama muatan, janji investigasi internal dan ekstradisi tersangka, dengan Presiden Gustavo Petro sebut “ini kemenangan bersama melawan kartel.” Antigua dan Barbuda, negara terdekat, terima bantuan AS Rp 100 miliar untuk patroli pantai, sementara Bahama tutup sementara rute penerbangan curiga. Interpol koordinasi dengan DEA untuk lacak jaringan, yang sudah tangkap 20 anggota kartel sejak September. Eropa, via Europol, janji tambah intelijen berbagi, mengingat 20 persen kokain Eropa lewat Karibia.

AS puji operasi sebagai “benchmark” JIATF South, yang tangkap 300 ton narkoba tahun ini—naik 25 persen dari 2024. Tapi kritik datang dari Amnesty International, sebut tembakan AS “risiko berlebih” di perairan internasional, tuntut investigasi independen. Koordinasi ini krusial: Karibia jadi hotspot dengan 500 kapal curiga ditangkap tahun ini, tapi 70 persen lolos karena korupsi lokal. Franchetti bilang “kami tak sendirian,” tapi analis sebut butuh dana tambahan Rp 5 triliun untuk drone baru. Respons cepat ini bantu stabilkan rute, tapi warga Antigua bilang “kami takut jadi medan perang obat.”

Dampak pada Jaringan Kartel dan Implikasi Jangka Panjang

Serangan ini pukul jaringan kartel Kolombia keras: muatan 2 ton hilang rugikan Rp 500 miliar, picu perang internal antar-faksi di Cartagena—dua bos kartel tewas di baku tembak minggu ini. DEA sebut ini ganggu 10 persen pasokan ke AS, bikin harga kokain naik 15 persen di Florida. Di Karibia, patroli AS tingkatkan 20 persen, kurangi insiden kapal curiga 30 persen bulan ini.

Implikasi jangka panjang luas: ekonomi Kolombia rugi Rp 2 triliun dari perdagangan legal terganggu, sementara AS hadapi krisis opioid yang sebabkan 100 ribu overdosis tahun lalu—narkoba dari rute ini kontribusi 40 persen. Di tingkat regional, Antigua minta bantuan Eropa untuk radar pantai, tapi korupsi lokal—di mana 25 persen polisi terlibat—bikin tantangan. Dampak sosial: nelayan kecil di Bahama rugi karena patroli tutup rute nelayan, picu protes minggu lalu. Serangan ini ingatkan: perang obat bukan militer semata, tapi butuh diplomasi dan reformasi ekonomi. Franchetti sebut “ini langkah maju,” tapi aktivis bilang “hentikan permintaan, bukan cuma pasokan.”

Kesimpulan

Serangan AS ke kapal narkoba di Karibia pada 1 November 2025 jadi pukulan telak bagi kartel, dari kronologi operasi presisi hingga respons internasional yang koordinatif. Di tengah dampak jaringan yang retak dan implikasi ekonomi yang luas, ini pengingat betapa mahalnya harga perang obat—dengan dua tewas dan ratusan miliar hilang. Saat musim hujan datang, dunia harus tegas: tambah diplomasi, kurangi korupsi, dan fokus akar masalah. AS dan Karibia, terus berjuang—untuk dua awak itu dan jutaan yang bergantung pada rute aman.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *