Sebuah Bus Jatuh di Sungai Kamboja, 13 Orang Tewas – 10 Hilang. Tragedi maut terjadi di Kamboja pada 21 November 2025 pagi. Sebuah bus penumpang jatuh ke Sungai Mekong di provinsi Kandal, sekitar 30 kilometer selatan Phnom Penh. Dari 46 orang di dalam bus, 13 ditemukan tewas, 10 masih hilang, dan sisanya berhasil diselamatkan. Kecelakaan ini jadi salah satu yang terburuk di Kamboja tahun ini, langsung picu operasi pencarian besar-besaran oleh polisi, militer, dan relawan lokal. BERITA BOLA
Kronologi Kecelakaan yang Terjadi Mendadak: Sebuah Bus Jatuh di Sungai Kamboja, 13 Orang Tewas – 10 Hilang
Bus berangkat dari provinsi Kampong Cham menuju Phnom Penh sekitar pukul 05.00 pagi. Saat melintas di jembatan Prek Tamak yang sempit, bus tiba-tiba oleng dan menabrak pagar pembatas sebelum terjun ke sungai sedalam sekitar 10 meter. Saksi mata bilang sopir sepertinya mencoba hindari sepeda motor yang muncul tiba-tiba, tapi hilang kendali. Bus langsung tenggelam dalam hitungan menit karena arus Mekong yang cukup deras pagi itu. Banyak penumpang terjebak di dalam karena pintu terkunci dan jendela sulit dibuka dari dalam.
Upaya Penyelamatan yang Berlangsung Dramatis: Sebuah Bus Jatuh di Sungai Kamboja, 13 Orang Tewas – 10 Hilang
Tim penyelamat tiba dalam 20 menit setelah ada laporan warga. Nelayan lokal jadi pahlawan pertama, berhasil tarik puluhan orang ke tepi dengan perahu kecil mereka. Polisi dan tentara kerahkan kapal karet serta penyelam profesional. Hingga sore hari, 23 orang berhasil diselamatkan, tapi 13 jenazah sudah ditemukan mengapung atau terjebak di badan bus. Sepuluh orang lainnya masih dinyatakan hilang, dan pencarian diperpanjang hingga malam dengan bantuan lampu sorot. Beberapa korban selamat bilang mereka bertahan dengan pegang ban serep yang mengapung.
Penyebab Awal dan Faktor Risiko
Investigasi awal tunjukkan bus sudah berusia tua dan muatan penumpang melebihi kapasitas. Jembatan Prek Tamak memang dikenal sempit dan sering dilewati kendaraan besar tanpa pembatas yang memadai. Hujan deras semalam juga bikin jalan licin. Pihak berwenang janji periksa perusahaan bus dan sopir—yang termasuk korban selamat tapi luka berat. Kecelakaan seperti ini bukan yang pertama di Kamboja; infrastruktur jalan dan kendaraan umum masih jadi masalah besar, terutama di rute pedesaan yang padat.
Kesimpulan
Kecelakaan bus di Sungai Mekong yang tewaskan 13 orang dan hilangkan 10 lainnya jadi duka mendalam bagi Kamboja. Operasi pencarian masih berlanjut, tapi harapan menemukan yang hilang hidup semakin tipis seiring waktu. Tragedi ini ingatkan lagi betapa pentingnya perbaikan infrastruktur jalan, pengawasan kendaraan umum, dan keselamatan penumpang di negara yang sedang berkembang pesat. Semoga keluarga korban diberi kekuatan, dan kejadian ini jadi momentum perubahan nyata agar tak terulang lagi di masa depan.