jukir-di-daerah-brebes-diamuk-oleh-massa

Jukir di Daerah Brebes Diamuk Oleh Massa. Sebuah insiden pengeroyokan terhadap juru parkir kembali viral di media sosial pada akhir Desember 2025. Kejadian ini berlangsung di Jalan Proklamasi, Brebes, Jawa Tengah, tepatnya di depan sebuah rumah makan dekat Kantor Pemerintahan Terpadu. Sekelompok pemuda yang sedang nongkrong memukuli dua juru parkir setelah terjadi cekcok soal penarikan retribusi parkir. Video yang beredar menunjukkan aksi kekerasan singkat sebelum dilerai warga sekitar. Peristiwa pada 19 Desember ini memicu diskusi luas tentang pengelolaan parkir di tepi jalan umum dan potensi kesalahpahaman antara petugas dengan masyarakat. BERITA OLAHRAGA

Kronologi Kejadian: Jukir di Daerah Brebes Diamuk Oleh Massa

Insiden bermula saat sekelompok pemuda berkumpul di pinggir Jalan Proklamasi, seperti biasa sore hari menjelang Magrib. Lokasi ini populer sebagai tempat nongkrong sambil menikmati jajanan UMKM. Tiba-tiba, dua juru parkir mendekati dan meminta bayaran parkir untuk kendaraan yang diparkir di bahu jalan. Pemuda-pemuda itu terkejut karena selama ini tidak pernah dikenai biaya di tempat tersebut.

Cekcok mulut cepat memanas. Juru parkir menunjukkan karcis resmi dengan tarif Rp1.000 untuk sepeda motor. Namun, pemuda menganggap penarikan itu tidak wajar dan mendadak. Situasi berubah menjadi kekerasan ketika beberapa pemuda mengejar serta memukuli juru parkir. Video rekaman menampilkan juru parkir berlari menghindar, sementara massa memberikan pukulan dan tendangan. Untungnya, pemilik rumah makan dan warga sekitar segera turun tangan melerai, sehingga tidak ada korban luka berat.

Penjelasan dari Pihak Berwenang: Jukir di Daerah Brebes Diamuk Oleh Massa

Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes menyatakan bahwa kedua juru parkir tersebut merupakan mitra resmi yang sah memegang karcis parkir. Penarikan retribusi baru diterapkan sekitar satu pekan sebelumnya, khusus di area depan rumah makan untuk mendukung pendapatan daerah. Namun, diduga juru parkir melakukan pungutan di luar wilayah yang ditentukan, sehingga memicu kesalahpahaman dengan pemuda yang nongkrong.

Karcis yang digunakan mengacu pada peraturan daerah tentang retribusi parkir di tepi jalan umum. Ada keterangan bahwa pengelola tidak bertanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan kendaraan, karena parkir di ruang terbuka tanpa pengamanan khusus. Polisi setempat juga mengecek lokasi dan mengumpulkan keterangan, meski belum ada laporan resmi pengeroyokan. Pihak berwenang menekankan bahwa penarikan parkir bertujuan meningkatkan pendapatan asli daerah, tapi pelaksanaannya perlu lebih hati-hati agar tidak menimbulkan konflik.

Dampak dan Reaksi Masyarakat

Kejadian ini langsung viral dan memicu beragam reaksi di media sosial. Banyak warganet menyayangkan aksi kekerasan, sambil mempertanyakan legalitas parkir di tempat nongkrong publik. Di sisi lain, ada yang mendukung juru parkir karena mereka hanya menjalankan tugas resmi. Insiden ini menyoroti masalah parkir liar yang sering menjadi sumber gesekan di daerah perkotaan.

Bagi masyarakat Brebes, Jalan Proklamasi tetap menjadi spot favorit bersantai. Namun, peristiwa ini membuat sebagian pemuda lebih waspada. Dinas terkait berjanji melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap juru parkir agar pungutan lebih terkoordinasi. Harapannya, kejadian serupa tidak terulang dan semua pihak bisa saling menghormati hak ruang publik.

Kesimpulan

Pengeroyokan juru parkir di Brebes akibat sengketa parkir menunjukkan pentingnya komunikasi yang baik antara petugas dan masyarakat. Meski juru parkir bertindak berdasarkan aturan resmi, kesalahan wilayah pungutan memicu emosi yang berujung kekerasan. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk pengelolaan parkir tepi jalan yang lebih transparan dan terukur. Pada akhirnya, semua pihak diharapkan menahan diri dan menyelesaikan masalah melalui dialog, agar ruang publik tetap nyaman bagi semua. Evaluasi dari dinas terkait diharapkan membawa perbaikan, sehingga Brebes semakin tertib dan harmonis menjelang akhir tahun.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *