jerman-melempem-saat-hadapi-as-terkait-venezuela-greenland

Jerman Melempem Saat Hadapi AS Terkait Venezuela & Greenland. Hubungan diplomatik antara Jerman dan Amerika Serikat kembali tegang di awal 2026. Setelah serangan militer AS ke Venezuela yang berujung penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari, Jerman tampak ragu-ragu dalam merespons. Kanselir Friedrich Merz sebut penilaian legal atas aksi AS itu “kompleks dan butuh pertimbangan matang”. Situasi makin rumit saat Presiden Donald Trump ulangi ancaman aneksasi Greenland, membuat Eropa termasuk Jerman harus hati-hati agar tidak picu konflik lebih besar. Respons Jerman yang terkesan lunak ini jadi sorotan, karena kontras dengan sikap tegas negara seperti Spanyol dan Norwegia. REVIEW WISATA

Respons Jerman terhadap Serangan AS ke Venezuela: Jerman Melempem Saat Hadapi AS Terkait Venezuela & Greenland

Jerman langsung bentuk tim krisis di Kementerian Luar Negeri setelah berita penangkapan Maduro. Meski begitu, pernyataan resmi hanya minta semua pihak hindari eskalasi dan cari solusi politik. Merz bilang situasi hukum aksi AS rumit, tapi prinsip hukum internasional harus ditegakkan. Ini terlihat melempem karena Jerman tidak langsung kutuk pelanggaran kedaulatan Venezuela, meski aksi AS jelas langgar Piagam PBB soal integritas teritorial.

Partai oposisi seperti Partai Hijau kritik sikap pemerintah yang terlalu hati-hati, takut ganggu hubungan dengan Trump. Sementara itu, partai sayap kanan AfD justru dukung intervensi AS. Respons ini mirip sikap Jerman di isu Timur Tengah, di mana Berlin sering ambil posisi netral untuk jaga keseimbangan aliansi NATO. Kementerian Luar Negeri minta AS klarifikasi dasar hukum serangan, tapi tanpa tuntutan tegas seperti sanksi.

Ancaman AS terhadap Greenland dan Sikap Eropa: Jerman Melempem Saat Hadapi AS Terkait Venezuela & Greenland

Trump ulangi niat aneksasi Greenland setelah sukses di Venezuela, sebut itu demi keamanan nasional AS. Ini picu solidaritas Eropa, dengan Jerman ikut dukung Denmark melalui pernyataan bersama. Merz tegas bilang Greenland milik Denmark dan Eropa, tapi respons ini lebih reaktif daripada proaktif. Jerman usul pertemuan khusus NATO untuk bahas keamanan Arktik, tapi hindari konfrontasi langsung dengan AS.

Partai Kiri Jerman minta sanksi terhadap AS dan rencana konkret lindungi Greenland, tapi pemerintah tolak. Ini tunjukkan Jerman prioritaskan hubungan transatlantik daripada prinsip hukum internasional. Beberapa analis sebut sikap ini karena ketergantungan Jerman pada AS di sektor energi dan pertahanan, terutama pasca-krisis Ukraina. Respons melempem ini bisa bikin Eropa terlihat lemah di mata dunia.

Implikasi Geopolitik dan Kritik Internal

Respons Jerman picu debat internal. Media seperti Der Spiegel kritik pemerintah terlalu “pengecut” hadapi Trump, khawatir Venezuela jadi preseden untuk Greenland atau Panama. Kanselir Merz bilang prioritas hindari instabilitas Venezuela dan transisi damai ke pemerintahan baru, tapi ini dianggap alasan untuk tidak konfrontasi.

Di level Eropa, Prancis dan Jerman usul pertemuan darurat UE untuk sikapi aksi AS, tapi hasilnya masih ambigu. Kritik muncul dari kalangan akademisi yang sebut Eropa kehilangan suara independen, bergantung pada AS di saat dunia multipolar. Respons Jerman ini bisa pengaruhi citra Merz yang baru menjabat, terutama jelang pemilu mendatang.

Kesimpulan

Jerman tampak melempem saat hadapi AS terkait serangan Venezuela dan ancaman Greenland, dengan respons hati-hati yang prioritaskan diplomasi daripada kecaman tegas. Pernyataan kanselir soal situasi “kompleks” jadi simbol sikap ambigu Eropa hadapi kebijakan agresif Trump. Meski dukung Denmark soal Greenland, ketidaktegasan atas Venezuela bisa bikin Eropa terlihat lemah. Ke depan, Jerman dan UE perlu suara lebih kuat untuk jaga prinsip hukum internasional, agar tidak jadi korban selanjutnya di era geopolitik yang semakin panas. Situasi ini jadi ujian bagi aliansi transatlantik di 2026.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *