pesawat-untuk-operasi-cuaca-diterbangkan-2-hari-ini

Pesawat Untuk Operasi Cuaca Diterbangkan 2 Hari Ini. Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa malam hingga Kamis pagi telah menyebabkan banjir di puluhan titik, termasuk Flyover Pesing, Kebon Jeruk, dan Pandjaitan. Curah hujan mencapai lebih dari 200 mm dalam 24 jam di beberapa stasiun pengamatan, memicu luapan sungai dan saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air. Di tengah situasi darurat ini, tim modifikasi cuaca langsung mengaktifkan pesawat operasi pada Rabu dan Kamis. Pesawat tersebut membawa bahan semai berupa garam hygroskopis yang disebar di ketinggian optimal untuk memicu hujan lebih awal di atas laut atau daerah hulu sungai, sehingga mengurangi intensitas hujan di daratan padat penduduk. Operasi dua hari ini merupakan respons cepat terhadap prakiraan cuaca ekstrem yang menunjukkan potensi hujan lebat berkelanjutan hingga akhir pekan. MAKNA LAGU

Proses Penerbangan dan Teknik Penyemaian: Pesawat Untuk Operasi Cuaca Diterbangkan 2 Hari Ini

Penerbangan pertama dilakukan Rabu pagi sekitar pukul 08.30 WIB dari bandara pangkalan operasi di Jawa Barat. Pesawat melaju ke arah utara menuju Laut Jawa, kemudian berputar di zona konvergensi sekitar 50–80 mil laut dari pantai utara Jakarta. Penyemaian garam dilakukan pada ketinggian 3.000–4.500 meter di atas awan Cumulus yang sedang berkembang. Teknik yang digunakan adalah flare seeding, di mana bahan semai dilepaskan secara bertahap melalui flare yang terpasang di sayap pesawat. Pada hari kedua, Kamis, pola penerbangan hampir sama, tapi dengan penyesuaian rute lebih ke timur menuju perairan utara Jawa Tengah untuk menangkap sistem awan yang bergerak dari Laut Jawa. Total durasi penerbangan masing-masing sorti sekitar 4–5 jam, dengan jumlah bahan semai mencapai ratusan kilogram per hari. Pilot dan teknisi melaporkan kondisi cuaca cukup kooperatif dengan keberadaan awan target yang cukup tebal, meski turbulensi ringan sempat dialami di beberapa titik.

Hasil Awal dan Dampak yang Terpantau: Pesawat Untuk Operasi Cuaca Diterbangkan 2 Hari Ini

Hasil pemantauan radar dan stasiun hujan menunjukkan penurunan intensitas curah hujan di beberapa wilayah setelah penyemaian. Di Jakarta Utara dan Bekasi, hujan yang semula deras mulai mereda menjadi intensitas sedang pada Kamis siang, meski genangan masih ada di titik rendah. Di Bogor dan Depok, curah hujan yang diprakirakan mencapai 150 mm lebih hanya tercatat sekitar 80–100 mm. Sungai-sungai kecil di hulu seperti Kali Angke dan Kali Grogol tidak mengalami luapan signifikan seperti hari sebelumnya. Namun, dampaknya belum merata karena sistem awan konvektif sangat dinamis dan beberapa daerah seperti Tangerang Selatan masih menerima hujan lebat sporadis. Tim modifikasi cuaca menyatakan bahwa operasi dua hari ini berhasil mengurangi potensi hujan ekstrem hingga 20–30 persen di zona target, meski tidak bisa menghilangkan hujan sepenuhnya. Genangan di kawasan seperti Kebon Jeruk dan Pandjaitan masih bertahan karena drainase tersumbat, tapi debit masuk ke saluran sudah lebih terkendali dibandingkan Rabu malam.

Tantangan Operasional dan Rencana Lanjutan

Operasi cuaca seperti ini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kondisi turbulensi yang kadang membatasi ketinggian penyemaian hingga koordinasi dengan lalu lintas udara sipil yang padat. Pesawat harus terbang di koridor tertentu agar tidak mengganggu penerbangan komersial, sehingga waktu efektif untuk penyemaian terbatas. Selain itu, keberhasilan sangat bergantung pada akurasi prakiraan awan target—jika awan terlalu muda atau sudah terlalu matang, efek penyemaian bisa minim. Tim operasi menyatakan akan melanjutkan penerbangan jika prakiraan menunjukkan potensi hujan ekstrem kembali muncul dalam 48 jam ke depan. Pemerintah daerah juga diminta mempercepat pembersihan saluran dan normalisasi sungai agar manfaat dari modifikasi cuaca bisa lebih optimal. Koordinasi antarinstansi terus ditingkatkan agar respons lebih cepat di masa mendatang.

Kesimpulan

Penerbangan pesawat operasi cuaca selama dua hari berturut-turut di akhir Januari 2026 menjadi upaya penting untuk menekan intensitas hujan ekstrem yang memicu banjir di Jakarta dan sekitarnya. Meski tidak bisa menghilangkan hujan sepenuhnya, penyemaian berhasil mengurangi curah hujan di zona kritis dan mencegah luapan lebih parah di beberapa sungai. Operasi ini menunjukkan bahwa modifikasi cuaca bisa menjadi salah satu alat pendukung penanganan banjir, asal dikombinasikan dengan perbaikan drainase dan pengelolaan sampah yang lebih baik. Genangan masih ada di banyak tempat, tapi langkah ini memberi harapan bahwa musim hujan kali ini bisa dilewati dengan kerugian lebih kecil. Tim operasi tetap siaga, dan masyarakat diimbau terus waspada sambil menjaga kebersihan saluran di lingkungan masing-masing.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *