BPBD Pantau Kerusakan Bangunan Pasca Gempa Pacitan

BPBD Pantau Kerusakan Bangunan Pasca Gempa Pacitan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur dan Kabupaten Pacitan masih melakukan pemantauan intensif terhadap kerusakan bangunan pasca gempa magnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah selatan Jawa Timur pada Kamis dini hari 6 Februari 2026 pukul 02.49 WIB. Gempa dengan pusat di laut 86 km barat daya Pacitan dan kedalaman 10 km ini menyebabkan guncangan terasa hingga VI MMI di Pacitan, V MMI di Trenggalek dan Ponorogo, serta IV MMI di Yogyakarta dan Surabaya. Hingga Jumat pagi 6 Februari, BPBD mencatat ratusan bangunan mengalami kerusakan ringan hingga sedang, tanpa korban jiwa, tetapi ribuan warga masih mengungsi sementara karena khawatir rumah tidak aman. REVIEW FILM

Kerusakan Bangunan yang Tercatat: BPBD Pantau Kerusakan Bangunan Pasca Gempa Pacitan

Tim assessment BPBD bersama TNI-Polri dan relawan telah memeriksa lebih dari 1.200 unit rumah dan bangunan publik di Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Tulungagung, dan Blitar. Kerusakan terbanyak terjadi di Kabupaten Pacitan:
Kecamatan Pacitan, Kebonagung, Punung, dan Ngadirojo: sekitar 450 rumah mengalami retak dinding, plafon runtuh, genteng lepas, dan beberapa rumah mengalami kerusakan sedang (kolom retak atau tembok roboh parsial).
Masjid dan mushola di 12 desa mengalami kerusakan ringan pada atap dan tembok, sementara 3 unit sekolah dasar mengalami retak pada dinding kelas.
Di Trenggalek dan Ponorogo: lebih dari 300 rumah retak ringan, beberapa gudang dan bangunan pemerintah mengalami kerusakan ringan pada plafon dan jendela.
Di Yogyakarta dan Surabaya, kerusakan sangat minim—hanya retak dinding ringan pada beberapa bangunan tua dan benda jatuh dari rak. Tidak ada laporan kerusakan berat pada infrastruktur vital seperti jembatan, bendungan, atau gedung tinggi. BPBD menyatakan sebagian besar kerusakan berada pada kategori ringan hingga sedang, dengan estimasi kerugian material mencapai puluhan miliar rupiah.

Tim Assessment dan Upaya Pemulihan: BPBD Pantau Kerusakan Bangunan Pasca Gempa Pacitan

BPBD Jawa Timur membentuk 15 tim assessment gabungan yang terdiri dari petugas BPBD, Dinas PUPR, TNI-Polri, dan relawan. Tim ini bekerja sejak pukul 04.00 WIB untuk memeriksa rumah warga, sekolah, masjid, dan gedung pemerintah. Hingga Jumat siang, sekitar 70% rumah terdampak di Pacitan sudah diperiksa, dengan hasil:
65% rumah aman untuk ditempati setelah pengecekan sederhana.
25% rumah perlu perbaikan ringan (retak dinding/plafon).
10% rumah perlu relokasi sementara karena kerusakan sedang hingga berat.
Posko darurat di Kecamatan Pacitan dan Trenggalek tetap aktif 24 jam. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, selimut, terpal, dan obat-obatan sudah disalurkan ke lebih dari 1.200 jiwa pengungsi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa pemerintah provinsi siap memberikan bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak melalui dana siap pakai dan bantuan stimulan dari Kementerian PUPR.

Rekomendasi BMKG dan Langkah Antisipasi

BMKG memprediksi gempa susulan masih mungkin terjadi dalam 3–7 hari ke depan dengan magnitudo maksimal 5,5. Masyarakat diimbau:
Hindari masuk ke bangunan yang retak atau rusak hingga dinyatakan aman oleh tim assessment.
Waspada terhadap longsor susulan di daerah pegunungan Pacitan dan Trenggalek.
Tidak menyebarkan informasi hoaks tentang gempa atau tsunami.
Siapkan tas darurat dan pantau informasi resmi dari BMKG serta BPBD setempat.
Pemerintah daerah diminta mempercepat pengecekan infrastruktur vital seperti sekolah, rumah sakit, dan jembatan, serta memastikan akses jalan nasional tetap aman. BMKG juga memperingatkan potensi hujan lebat di Jawa Timur bagian selatan dalam 2–4 hari ke depan, sehingga risiko longsor susulan tetap tinggi.

Kesimpulan

Gempa magnitudo 6,4 di Pacitan pada dini hari 6 Februari 2026 berhasil mengguncang wilayah luas hingga Yogyakarta dan Surabaya, namun tidak menimbulkan korban jiwa besar. Pemantauan ketat BPBD terhadap kerusakan bangunan menunjukkan sebagian besar hanya retak ringan hingga sedang, dengan ribuan warga mengungsi sementara. Respons cepat tim gabungan sudah terlihat dengan baik, namun kewaspadaan terhadap gempa susulan dan longsor masih sangat diperlukan. Semoga proses pemulihan berjalan lancar dan masyarakat segera kembali ke rumah masing-masing dengan aman. Kejadian ini sekali lagi mengingatkan pentingnya bangunan tahan gempa dan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan seperti selatan Jawa. Tetap tenang, ikuti arahan resmi, dan saling bantu sesama warga terdampak.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *