BMKG Peringatkan Angin Kencang di Sulawesi Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang berpotensi melanda Sulawesi Utara pada 12–15 Februari 2026. Kecepatan angin diperkirakan mencapai 25–40 knot (46–74 km/jam) dengan arah dominan dari timur hingga tenggara, dipicu oleh Monsun Asia yang masih aktif dan tekanan rendah di sekitar Laut Filipina. Wilayah yang paling berisiko mencakup Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Bitung. Angin kencang ini bisa memicu pohon tumbang, baliho roboh, gangguan listrik, serta bahaya bagi nelayan dan kapal kecil di perairan utara Sulawesi. Masyarakat diimbau tetap waspada karena cuaca ekstrem ini berpotensi berlangsung hingga pertengahan bulan. BERITA TERKINI
Penyebab dan Pola Cuaca Angin Kencang: BMKG Peringatkan Angin Kencang di Sulawesi Utara
Angin kencang di Sulawesi Utara kali ini disebabkan oleh kombinasi Monsun Asia yang membawa angin timur-tenggara kuat serta adanya daerah tekanan rendah di Laut Filipina timur. Sistem ini mempercepat aliran angin di lapisan bawah atmosfer, terutama di wilayah pesisir dan kepulauan. BMKG mencatat bahwa kecepatan angin rata-rata di Manado dan Bitung sudah mencapai 20–30 knot sejak 11 Februari malam, dengan puncak diperkirakan 12–14 Februari.
Di perairan sekitar Sulawesi Utara, gelombang tinggi mencapai 2,5–4 meter di Laut Maluku utara, Selat Makassar utara, dan Samudra Pasifik utara Sulawesi. Kondisi ini sangat berbahaya bagi kapal nelayan dan angkutan penyeberangan antarpulau seperti rute Manado–Sangihe atau Bitung–Talaud. Di darat, angin kencang sering disertai hujan sedang hingga lebat di beberapa daerah pegunungan Minahasa, meningkatkan risiko longsor dan banjir bandang di lereng curam.
Pola cuaca ini masih dipengaruhi fase Monsun Asia yang kuat, ditambah pengaruh La Niña lemah yang membuat musim hujan di wilayah timur Indonesia lebih panjang dan intens. BMKG memprediksi angin kencang akan mulai mereda setelah 15 Februari seiring melemahnya tekanan rendah di Laut Filipina.
Dampak Potensial dan Imbauan Keselamatan: BMKG Peringatkan Angin Kencang di Sulawesi Utara
Angin kencang berpotensi menimbulkan dampak serius, terutama di wilayah pesisir dan kepulauan. Pohon besar di pinggir jalan sering roboh, menimpa rumah atau kendaraan, sementara baliho dan spanduk besar berisiko terbang dan membahayakan pengguna jalan. Di Kota Manado dan Bitung, gangguan jaringan listrik PLN sempat terjadi karena kabel putus akibat angin. Di Kepulauan Sangihe dan Talaud, nelayan melaporkan kesulitan melaut karena gelombang tinggi dan angin kencang yang membuat perahu kecil sulit dikendalikan.
BPBD Sulawesi Utara sudah menyiapkan posko siaga di kabupaten/kota rawan, termasuk tim evakuasi dan alat berat untuk penanganan pohon tumbang. Masyarakat diimbau menghindari aktivitas di tepi pantai, lereng bukit, dan bawah pohon besar saat angin kencang. Nelayan dan operator kapal kecil disarankan menunda keberangkatan hingga kondisi membaik. Pemilik rumah diimbau memeriksa atap dan struktur bangunan yang rentan roboh. Pantauan terus dilakukan melalui aplikasi Info BMKG dan radio lokal agar informasi update bisa sampai cepat ke masyarakat.
Kesimpulan
Peringatan angin kencang dari BMKG untuk Sulawesi Utara pada 12–15 Februari 2026 menjadi pengingat bahwa musim Monsun Asia masih membawa risiko cuaca ekstrem di wilayah timur Indonesia. Dengan kecepatan angin hingga 40 knot dan gelombang tinggi di perairan, dampak terhadap keselamatan nelayan, infrastruktur, dan mobilitas warga bisa signifikan jika tidak diantisipasi. Kunci menghadapinya tetap pada kewaspadaan dini: pantau prakiraan resmi, hindari risiko yang tidak perlu, dan siapkan langkah pengamanan sederhana di rumah serta lingkungan. Semoga kondisi cuaca cepat stabil sehingga aktivitas sehari-hari bisa berjalan normal kembali tanpa korban jiwa atau kerugian besar. Informasi terkini dari BMKG dan BPBD setempat tetap menjadi panduan utama bagi masyarakat Sulawesi Utara saat ini.