China Pecat Jenderal Militer

China Pecat Jenderal Militer. Pemerintah China secara resmi memberhentikan dan mencopot Jenderal He Weidong dari posisi Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC) pada 26 Januari 2026. Pengumuman ini disampaikan melalui keputusan bersama Partai Komunis China (PKC) dan CMC, tanpa penjelasan resmi mengenai alasan pemecatan. He Weidong, yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu figur militer paling berpengaruh di era Xi Jinping, menjadi jenderal tinggi ketiga yang dicopot dalam kurun waktu kurang dari dua tahun. Langkah ini langsung memicu spekulasi luas tentang gejolak internal di militer China, terutama setelah gelombang pembersihan yang menyasar beberapa jenderal senior sejak akhir 2023. REVIEW FILM

Kronologi dan Latar Belakang Pemecatan: China Pecat Jenderal Militer

He Weidong, 65 tahun, merupakan lulusan Akademi Militer Nanjing dan memiliki karir panjang di Komando Militer Timur. Ia diangkat menjadi Wakil Ketua CMC pada Maret 2023, posisi yang menempatkannya sebagai nomor dua di hierarki militer setelah Xi Jinping sendiri. Pengangkatannya saat itu dianggap sebagai sinyal kuat bahwa Xi mempercayai loyalitasnya sepenuhnya. Namun dalam waktu kurang dari tiga tahun, namanya tiba-tiba hilang dari berbagai acara resmi militer sejak akhir Desember 2025. Pada 26 Januari 2026, Xinhua dan People’s Daily merilis pernyataan singkat bahwa He Weidong “dicopot dari jabatannya” tanpa menyebutkan alasan spesifik. Hanya dikatakan bahwa keputusan ini diambil “sesuai prosedur organisasi partai dan CMC”. Spekulasi di kalangan analis militer langsung mengarah pada dugaan korupsi, pelanggaran disiplin, atau keterlibatan dalam faksi politik yang bersaing di dalam PKC. Ini bukan kasus pertama—sebelumnya, mantan Menteri Pertahanan Li Shangfu dan mantan Wakil Ketua CMC Zhang Youxia juga dicopot dalam periode serupa dengan pola yang mirip: absen dari publik, lalu pengumuman pemecatan tanpa detail.

Dampak dan Spekulasi di Kalangan Pengamat: China Pecat Jenderal Militer

Pemecatan He Weidong langsung memengaruhi dinamika kekuasaan di CMC. Posisi Wakil Ketua CMC kini hanya diisi satu orang (kemungkinan besar Zhang Youxia masih bertahan), membuat struktur kepemimpinan militer terlihat lebih ramping tapi juga lebih rentan terhadap konsolidasi kekuasaan Xi Jinping. Beberapa analis menyebut langkah ini sebagai bagian dari pembersihan berkelanjutan untuk memastikan loyalitas mutlak di kalangan jenderal senior. Di dalam negeri, media resmi China hanya memberitakan secara singkat tanpa analisis mendalam. Namun di platform Weibo dan forum militer, spekulasi liar bermunculan—mulai dari tuduhan korupsi besar-besaran hingga rumor persaingan faksi di PKC. Di luar negeri, lembaga think tank Barat seperti CSIS dan RAND langsung mengeluarkan analisis bahwa pembersihan ini menunjukkan ketidakstabilan internal di PLA meski Xi terus memperkuat kontrolnya. Pasar saham Hong Kong dan Shanghai sempat terguncang ringan pada pagi 27 Januari, terutama saham perusahaan militer dan teknologi pertahanan yang terkait CMC.

Konteks Lebih Luas Pembersihan Militer

Sejak 2023, China telah mencopot atau menangkap lebih dari selusin jenderal dan pejabat tinggi militer, termasuk dua mantan Menteri Pertahanan (Li Shangfu dan Wei Fenghe), beberapa komandan angkatan roket, serta pejabat senior di departemen logistik dan politik militer. Kampanye anti-korupsi Xi Jinping di militer ini dianggap sebagai upaya membersihkan elemen yang tidak loyal, tapi juga menimbulkan kekhawatiran tentang kesiapan tempur PLA di tengah ketegangan di Laut China Selatan dan Selat Taiwan. Pemecatan He Weidong, yang selama ini dianggap sebagai orang kepercayaan Xi, menunjukkan bahwa tidak ada jaminan kekebalan bahkan bagi figur paling dekat sekalipun.

Kesimpulan

Pemecatan Jenderal He Weidong dari posisi Wakil Ketua CMC pada 26 Januari 2026 menambah daftar panjang pembersihan di militer China yang sudah berlangsung sejak 2023. Meski alasan resmi tidak diungkap, langkah ini memperkuat persepsi bahwa Xi Jinping terus mengkonsolidasikan kekuasaan dengan cara keras, bahkan terhadap orang-orang terdekatnya. Dampaknya terhadap stabilitas internal PLA dan kepercayaan publik masih harus dilihat, tapi satu hal jelas: tidak ada posisi yang benar-benar aman di lingkaran dalam militer China saat ini. Dunia internasional, terutama negara-negara di sekitar Laut China Selatan dan Taiwan, sedang memperhatikan dengan saksama—apakah pembersihan ini memperkuat atau justru melemahkan kemampuan tempur China di masa depan. Yang pasti, gejolak di dalam militer China belum berakhir.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *