Cuaca Ekstrem Ancam Sumatera & Jawa Barat. Cuaca ekstrem masih mengancam wilayah Sumatera dan Jawa Barat menjelang akhir Januari hingga awal Februari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus mengeluarkan peringatan dini karena penguatan Monsun Asia dan pengaruh Intertropical Convergence Zone (ITCZ) yang memicu hujan lebat hingga sangat lebat, disertai petir dan angin kencang. Curah hujan tertinggi belakangan ini tercatat di Jawa Barat mencapai 121,8 mm per hari dan Sumatera Barat 108 mm per hari, menyebabkan genangan, banjir, dan potensi longsor di area rawan. Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta sebagian besar Jawa Barat menjadi fokus utama, dengan status siaga di beberapa provinsi. Situasi ini memperburuk dampak musim hujan yang sudah intens sejak pertengahan bulan, membuat masyarakat diimbau tingkatkan kewaspadaan untuk menghindari risiko bencana hidrometeorologi. REVIEW FILM

Penyebab dan Wilayah Paling Rentan Cuaca Ekstrem Ancam Sumatera & Jawa Barat: Cuaca Ekstrem Ancam Sumatera & Jawa Barat

 

Cuaca ekstrem ini dipicu kombinasi Monsun Asia yang semakin kuat, membawa massa udara lembab dari utara, serta aktivitas ITCZ yang aktif di sekitar ekuator. Fenomena ini mendukung pertumbuhan awan hujan masif, terutama di wilayah selatan Indonesia. Di Sumatera, provinsi seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Bengkulu berpotensi hujan sedang hingga lebat, bahkan sangat lebat di beberapa titik. Sumatera Barat khususnya mencatat curah tinggi baru-baru ini, memicu genangan di daerah rendah dan longsor di lereng bukit.
Jawa Barat menjadi wilayah paling berisiko dengan status siaga hingga awas untuk hujan sangat lebat hingga ekstrem. BMKG mencatat potensi ini berlanjut hingga 31 Januari atau bahkan 1 Februari, terutama di kabupaten-kabupaten pegunungan dan pesisir selatan. Beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung sudah menetapkan status kewaspadaan tinggi, mengantisipasi banjir bandang dan longsor. Angin kencang juga diprediksi menyertai di sebagian wilayah, memperburuk kondisi di area terbuka atau dekat pantai. Secara keseluruhan, potensi ini bisa memicu bencana seperti banjir, genangan air, tanah longsor, dan gangguan transportasi jika hujan berlangsung lama.

Upaya Mitigasi dan Imbauan BMKG perihal Cuaca Ekstrem Ancam Sumatera & Jawa Barat: Cuaca Ekstrem Ancam Sumatera & Jawa Barat

BMKG bersama pemerintah daerah terus melakukan langkah antisipasi. Di Jawa Barat, operasi modifikasi cuaca (OMC) bersama Pemprov Jabar, BPBD, dan TNI AU berlangsung hingga 29 Januari, bertujuan meredistribusi hujan untuk mengurangi risiko banjir dan longsor. Operasi ini berpusat di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, dan melibatkan penyemaian awan untuk mengendalikan intensitas curah hujan di titik-titik kritis.
Masyarakat diimbau tetap waspada: hindari area rawan longsor atau banjir, siapkan tas darurat, pantau update cuaca melalui aplikasi Info BMKG, dan laporkan jika ada tanda bahaya. Di Sumatera, fokus pada pembersihan saluran air dan evakuasi dini jika debit sungai naik. BMKG menekankan bahwa mitigasi diri sangat penting, karena cuaca ekstrem ini bisa berlangsung hingga awal Februari. Pemerintah daerah diminta memperkuat posko bantuan dan koordinasi antarinstansi untuk respons cepat jika bencana terjadi.

Kesimpulan

Cuaca ekstrem yang mengancam Sumatera dan Jawa Barat hingga akhir Januari 2026 menjadi pengingat serius akan dampak musim hujan yang diperkuat Monsun Asia dan ITCZ. Dengan curah hujan tinggi di Sumatera Barat dan Jawa Barat, risiko banjir, longsor, serta genangan tetap mengintai, terutama di wilayah rawan. Meski ada upaya mitigasi seperti operasi modifikasi cuaca, kewaspadaan masyarakat dan pemerintah daerah jadi kunci utama. Pantau prakiraan harian, hindari risiko, dan siapkan diri menghadapi potensi lanjutan hingga awal Februari. Semoga cuaca segera membaik agar dampaknya bisa diminimalkan bagi warga di kedua pulau ini. Tetap update dan hati-hati di jalan!

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *