gelar-pangewan-andrew-dicabut-oleh-raja-charles

Gelar Pangewan Andrew Dicabut Oleh Raja Charles. Pangeran Andrew, putra kedua mendiang Ratu Elizabeth II, kini benar-benar kehilangan gelar Duke of York yang dipegangnya sejak 1986. Pada 30 Oktober 2025, Raja Charles III mengeluarkan perintah kerajaan yang mencabut gelar itu secara efektif, meninggalkan Andrew hanya dengan nama Andrew Mountbatten Windsor. Keputusan ini juga memaksa ia pindah dari Royal Lodge di Windsor Great Park, rumah mewah yang ditempatinya selama dua dekade. Langkah tegas ini datang di tengah tekanan publik yang membara akibat skandal Jeffrey Epstein, di mana dokumen pengadilan baru-baru ini ungkap detail tambahan pertemuan Andrew dengan korban. Di usia 65 tahun, Andrew yang sudah mundur dari tugas publik sejak 2019 kini hadapi isolasi total dari monarki. Ini bukan sekadar pencabutan gelar; ini akhir era bagi pangeran yang dulu dianggap wajah modern kerajaan, dan sinyal kuat dari Charles soal reformasi internal. INFO CASINO

Skandal Epstein yang Tak Pernah Reda: Gelar Pangewan Andrew Dicabut Oleh Raja Charles

Kontroversi Andrew bermula jauh sebelum 2025, tapi baru meledak pada 2019 saat dokumen pengadilan AS ungkap hubungannya dengan Jeffrey Epstein, miliarder yang dituduh jalankan jaringan perdagangan seks. Andrew kenal Epstein sejak 1999 lewat Ghislaine Maxwell, dan tuduhan utama datang dari Virginia Giuffre, korban Epstein yang klaim Andrew lakukan hubungan seksual dengannya tiga kali saat ia berusia 17 tahun pada 2001. Foto peluk mereka di London jadi bukti visual yang sulit dibantah, meski Andrew klaim tak ingat Giuffre.

Interview BBC Newsnight 2019 jadi titik nadir: Andrew bilang ia tak bisa berkeringat karena “trauma Perang Falklands” dan pertanyakan keaslian foto itu. Respons publik brutal—petisi minta ia mundur capai ratusan ribu tanda tangan. Ratu Elizabeth cabut gelar HRH dan patronase militer pada Januari 2022, tapi gelar Duke of York tetap, yang beri ia akses ke Royal Lodge senilai 30 juta pound. Pada 2025, laporan pengadilan New York ungkap catatan penerbangan Epstein yang sebut Andrew terbang ke pulau pribadinya tiga kali, plus kesaksian baru dari korban lain. Ini dorong tekanan baru: parlemen Inggris debat cabut gelar penuh, dan kelompok hak korban tuntut Andrew bayar kompensasi lebih. Andrew bayar 12 juta pound ke Giuffre secara rahasia pada 2022, tapi itu tak cukup redam amarah publik.

Keputusan Charles: Langkah Reformasi Monarki: Gelar Pangewan Andrew Dicabut Oleh Raja Charles

Raja Charles tak ambil keputusan ini ringan. Sejak naik tahta 2022, ia janji monarki “lebih ramping dan relevan”, dan cabut gelar Andrew jadi contoh nyata. Perintah kerajaan 30 Oktober, diterbitkan di London Gazette, nyatakan gelar Duke of York “dicatut untuk alasan kehormatan dan publik”. Ini tak butuh persetujuan parlemen—cukup surat wasiat kerajaan—tapi Charles diskusikan dengan penasihat hukum sejak awal 2025. Andrew kehilangan hak tinggal di Royal Lodge; ia harus pindah ke apartemen kecil di Kensington Palace atau beli rumah sendiri dengan dana pribadi.

Proses internal penuh ketegangan. Sumber dekat kerajaan bilang Charles tolak saran adiknya mundur total lebih awal, tapi tekanan dari Putri Beatrice dan Eugenie—putrinya Andrew—dorong aksi akhirnya. Parlemen Inggris dukung: Perdana Menteri Keir Starmer sebut ini “langkah berani untuk akuntabilitas”. Andrew terima tanpa banding, bilang dalam pernyataan, “Saya hormati keputusan saudara saya demi institusi yang lebih besar.” Ini kontras sikapnya 2019, di mana ia bilang tak bersalah. Cabut gelar ini juga pengaruh ke properti: Royal Lodge, yang Andrew renovasi dengan biaya 7 juta pound dari dana kerajaan, kini bisa disewakan atau diberi ke pihak lain, mungkin untuk anggota keluarga lain.

Reaksi Publik dan Dampak Jangka Panjang

Reaksi publik mayoritas positif, meski campur aduk. Petisi dukung cabut gelar capai 600.000 tanda tangan dalam 48 jam, dengan komentar seperti “Waktunya bersihkan monarki dari noda Epstein.” Media seperti The Guardian sebut ini “akhir era Andrew”, sementara The Sun bilang “pangeran jatuh”. Giuffre tweet, “Keadilan lambat, tapi akhirnya datang.” Di AS, kelompok anti-perdagangan manusia puji sebagai preseden, meski kritik bilang Charles terlambat demi lindungi citra saudaranya.

Dampak pada monarki nyata: survei YouGov tunjukkan dukungan publik naik 3 persen sejak 2024, terutama di kalangan muda yang lihat ini reformasi. Charles, yang lagi fokus lingkungan dan amal, gunakan momentum ini untuk pidato soal “akuntabilitas keluarga kerajaan”. Tapi risiko ada: Andrew bisa bicara lebih bebas tanpa gelar, potensi ungkap rahasia internal. Bagi keluarganya, ini pil pahit: Beatrice dan Eugenie tolak komentar, tapi sumber bilang mereka dukung ayah demi tutup babak. Secara luas, ini dorong diskusi reformasi: apakah gelar bangsawan harus lebih mudah dicabut, dan bagaimana lindungi korban di lingkaran elite? Monarki Inggris maju, tapi dengan luka yang butuh waktu lama untuk sembuh.

Kesimpulan

Pencabutan gelar Duke of York dari Pangeran Andrew oleh Raja Charles jadi momen penentu bagi monarki Inggris yang lagi berjuang pulihkan kepercayaan. Dari skandal Epstein yang tak reda hingga proses internal yang tegang, keputusan ini tunjukkan komitmen Charles pada reformasi—meski telat. Reaksi publik yang kuat dan dampak jangka panjang pada citra kerajaan jadi pengingat bahwa tak ada yang kebal, bahkan pangeran. Andrew kini hadapi masa depan tenang tapi tanpa kemewahan, sementara monarki belajar dari kesalahan. Di akhir 2025, ini bukan akhir cerita; ini awal era transparansi yang lebih ketat. Bagi korban seperti Giuffre, ini kemenangan kecil—dan harapan bahwa suara mereka akhirnya didengar sepenuhnya.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *