jalan-gunung-sahari-jakarta-pusat-banjir

Jalan Gunung Sahari Jakarta Pusat Banjir. Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak dini hari kembali membuat Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, terendam banjir parah. Genangan air setinggi lebih dari satu meter menutupi hampir seluruh badan jalan utama, mulai dari simpang Jalan Kramat Raya hingga kawasan Pasar Senen. Ratusan kendaraan mogok di tempat, sementara arus lalu lintas lumpuh total. Kejadian ini terjadi di puncak jam sibuk pagi hari, membuat ribuan warga terjebak dan aktivitas kota terganggu. Banjir kali ini termasuk yang paling parah dalam beberapa bulan terakhir di kawasan tersebut. INFO GAME

Penyebab Banjir dan Kondisi Genangan: Jalan Gunung Sahari Jakarta Pusat Banjir

Curah hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat menjadi pemicu utama. Dalam kurun tiga jam, curah hujan mencapai lebih dari 100 mm, melebihi kapasitas drainase kawasan yang sudah sering kelebihan beban. Saluran pembuangan utama di sepanjang Gunung Sahari tersumbat oleh sampah plastik, lumpur, dan puing konstruksi yang terbawa arus.

Faktor lain yang memperparah adalah penurunan tanah di beberapa segmen jalan akibat beban lalu lintas berat dan aktivitas konstruksi di sekitar. Beberapa titik drainase juga mengalami kerusakan karena usia pipa yang sudah tua dan kurangnya pemeliharaan rutin. Genangan air bertahan lama karena pompa pengendali banjir di kawasan tersebut tidak mampu menampung volume air yang sangat besar sekaligus.

Dampak terhadap Lalu Lintas dan Aktivitas Warga: Jalan Gunung Sahari Jakarta Pusat Banjir

Kemacetan mencapai panjang lebih dari 5 kilometer di kedua arah, membuat akses menuju Pasar Baru, Mangga Dua, dan kawasan Tanah Abang nyaris terputus. Ratusan mobil dan sepeda motor mogok karena air merendam mesin dan sistem kelistrikan. Pengendara motor banyak yang terpaksa meninggalkan kendaraan dan berjalan kaki mencari transportasi alternatif.

Angkutan umum seperti bus dan angkot juga terdampak berat. Beberapa halte di Gunung Sahari ditutup sementara karena genangan mencapai ketinggian lebih dari 70 cm. Ribuan pekerja kantor yang berangkat pagi terjebak di dalam kendaraan selama berjam-jam. Aktivitas ekonomi di sekitar Pasar Senen dan kawasan perdagangan terganggu, dengan banyak pedagang mengalami penurunan pengunjung karena akses sulit.

Penanganan di Lapangan dan Harapan ke Depan

Petugas gabungan dari Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan BPBD langsung turun ke lokasi sejak pagi. Pompa air berkapasitas besar dikerahkan di beberapa titik genangan terdalam, sementara truk derek mengevakuasi kendaraan mogok. Hingga sore hari, genangan sudah surut sekitar 60 persen di sebagian ruas jalan, meski beberapa segmen masih berlumpur tebal dan sulit dilalui.

Warga berharap pemerintah kota segera melakukan pembersihan menyeluruh saluran drainase, pengerukan lumpur, dan perbaikan pipa yang rusak. Ada juga usulan agar dibangun kolam retensi tambahan di hulu kawasan serta peningkatan kapasitas pompa permanen. Pengawasan ketat terhadap pembuangan sampah di sepanjang kali dan jalan juga dinilai mendesak agar kejadian serupa tidak terulang setiap hujan deras tiba.

Kesimpulan

Banjir di Jalan Gunung Sahari sekali lagi menunjukkan bahwa masalah genangan air di Jakarta Pusat masih menjadi tantangan serius. Kerugian materiil dari kendaraan mogok, waktu terbuang, dan gangguan aktivitas ekonomi menjadi beban berat bagi warga setiap musim hujan. Meski penanganan cepat sudah dilakukan, solusi jangka panjang harus segera direalisasikan agar kawasan ini tidak terus menjadi langganan banjir. Pemerintah perlu bergerak lebih tegas dalam perbaikan sistem drainase, pembersihan saluran, dan penegakan aturan pembuangan sampah. Tanpa langkah nyata, Gunung Sahari dan jalan-jalan utama Jakarta lainnya akan terus menjadi korban hujan deras yang seharusnya bisa diatasi dengan perencanaan yang lebih baik.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *