Prabowo di Davos: Indonesia Siap Jadi Pusat Hijau

Prabowo di Davos: Indonesia Siap Jadi Pusat Hijau. Presiden Prabowo Subianto tampil di panggung utama World Economic Forum Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, pada 25 Januari malam waktu setempat. Dalam pidato berjudul “Indonesia: Kekuatan Baru di Tengah Ketidakpastian Global”, Prabowo secara tegas menyatakan bahwa Indonesia siap menjadi pusat produksi dan rantai pasok energi hijau serta mineral kritis di kawasan Asia-Pasifik. Pidato berdurasi 18 menit itu disambut applaus panjang dari ribuan delegasi. Ia menawarkan paket insentif baru bagi investor asing di sektor energi terbarukan, hilirisasi nikel ramah lingkungan, dan ekonomi sirkular. Kehadiran Prabowo di Davos tahun ini menjadi sorotan karena bertepatan dengan ketegangan geopolitik Arktik, perang dagang AS-Eropa, dan tekanan global menuju net zero 2050. REVIEW FILM

Isi Pidato dan Tawaran Konkret: Prabowo di Davos: Indonesia Siap Jadi Pusat Hijau

Prabowo membuka dengan menegaskan komitmen Indonesia tetap netral dan pro-perdamaian di tengah polarisasi dunia. Ia menyebut konflik Ukraina, Gaza, dan ketegangan Arktik sebagai contoh yang membutuhkan dialog inklusif, bukan konfrontasi. Indonesia, katanya, siap menjadi “jembatan” antara Global South dan Global North. Bagian utama pidato difokuskan pada ekonomi hijau. Prabowo memaparkan capaian satu tahun pemerintahan: pertumbuhan ekonomi 5,3%, surplus neraca perdagangan 12 bulan berturut-turut, dan posisi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia. Ia menawarkan insentif baru bagi investor asing yang masuk ke sektor hilirisasi nikel ramah lingkungan, pembangkit listrik tenaga surya skala besar, geothermal, dan ekonomi sirkular. Paket insentif tersebut mencakup:
Tax holiday 15–20 tahun untuk investasi di atas US$ 500 juta.
Kemudahan perizinan satu pintu dan jaminan alokasi lahan di kawasan industri hijau Kalimantan dan Sulawesi Utara.
Skema pembelian listrik jangka panjang (PPA) dengan harga kompetitif.
Komitmen transparansi ESG dan transfer teknologi. Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia tidak ingin sekadar menjadi pemasok bahan baku, melainkan mitra strategis dalam rantai pasok global yang berkelanjutan.

Reaksi Dunia dan Respons Pasar: Prabowo di Davos: Indonesia Siap Jadi Pusat Hijau

Pidato Prabowo mendapat sambutan hangat dari delegasi Eropa dan Amerika. Beberapa CEO multinasional, termasuk dari sektor energi terbarukan dan baterai EV, menyatakan minat untuk mempercepat diskusi investasi di Indonesia. Delegasi Uni Eropa melalui Ursula von der Leyen menyambut tawaran tersebut sebagai “sinyal positif” bagi transisi energi global. Di dalam negeri, pidato ini mendapat respons positif dari pelaku usaha dan masyarakat. IHSG naik 1,6% pada 26 Januari pagi WIB, ditopang saham-saham sektor pertambangan nikel, energi terbarukan, dan infrastruktur. Rupiah menguat tipis terhadap dolar AS, dan yield obligasi pemerintah bertenor 10 tahun sedikit menurun—tanda kepercayaan investor meningkat. Beberapa analis menyebut pidato ini sebagai “game changer” karena menunjukkan Indonesia serius menjadi pemain utama dalam rantai pasok hijau global.

Implikasi Jangka Pendek dan Tantangan

Pidato ini menjadi momen diplomasi ekonomi besar pertama setelah kunjungan ke Beijing dan Washington akhir 2025. Prabowo berhasil menampilkan Indonesia sebagai negara stabil, terbuka, dan punya posisi tawar kuat di tengah ketidakpastian global. Beberapa CEO multinasional sudah menjadwalkan pertemuan bilateral dengan Prabowo di sela forum, terutama di sektor nikel, baterai EV, dan digital economy. Namun ada suara kritis dari aktivis lingkungan yang khawatir tawaran Prabowo terlalu pro-investasi tambang tanpa cukup jaminan keberlanjutan. Secara keseluruhan, pidato ini dianggap berhasil tingkatkan citra Indonesia di mata dunia dan memberi sinyal positif bagi pasar domestik serta investor asing. Pemerintah berharap momentum Davos ini bisa diikuti dengan inflow investasi nyata dalam beberapa bulan ke depan.

Kesimpulan

Pidato Prabowo di WEF Davos 25 Januari 2026 bukan sekadar penampilan formal—ini momen diplomasi ekonomi besar yang berhasil tunjukkan Indonesia sebagai kekuatan baru di tengah dunia yang penuh ketidakpastian. Dengan pesan netralitas, keterbukaan investasi, dan seruan reformasi tata kelola global, Prabowo berhasil tingkatkan posisi tawar Indonesia di panggung internasional. Keberhasilan pidato ini bisa tarik investasi baru, perkuat citra negara, dan beri sinyal positif bagi pasar domestik. Semua mata tertuju pada follow-up nyata setelah Davos—semoga pidato ini bawa manfaat konkret bagi rakyat Indonesia. Prabowo tampil percaya diri dan berwibawa—Indonesia lagi naik kelas di mata dunia.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *