Taiwan Sudah Siap Hadapi Invasi Besar-besaran Dari China. Taiwan tak tinggal diam menghadapi ancaman militer dari China yang semakin nyata. Pada akhir November 2025, pemerintah Taiwan merilis Laporan Pertahanan Nasional 2025 yang menegaskan kesiapan total untuk perlawanan nasional, termasuk skenario invasi besar-besaran. Presiden Lai Ching-te, yang baru setahun menjabat, tekankan bahwa “ketahanan adalah kemenangan,” dengan fokus pada pertahanan asimetris dan kesiapan sipil. Ini respons langsung terhadap laporan Komisi Ekonomi dan Keamanan AS-China yang sebut China bisa blokade atau invasi Taiwan dalam hitungan jam. Sementara China latih pasukan amfibi dan gunakan armada sipil untuk simulasi pendaratan, Taiwan distribusikan panduan pertahanan sipil ke 23 juta warganya. Langkah ini bukan sekadar gertak sambal, tapi strategi holistik untuk jaga kedaulatan di tengah ketegangan Selat Taiwan yang memanas. BERITA BASKET
Strategi Militer Asimetris: Taiwan Sudah Siap Hadapi Invasi Besar-besaran Dari China
Taiwan ubah paradigma pertahanan dari konvensional ke asimetris, di mana kekuatan kecil tapi lincah bisa lawan raksasa. Laporan Pertahanan 2025 soroti pengembangan rudal anti-kapal, drone, dan kapal cepat untuk ganggu armada invasi China. Dengan anggaran pertahanan yang naik 15 persen jadi 2,5 persen PDB, Taiwan beli suku cadang senilai 330 juta dolar AS dari AS untuk F-16, jet tempur asli, dan pesawat angkut C-130—pastikan operasional penuh. Menteri Pertahanan Wellington Koo sebut tujuan utama “siap perang,” dengan pelatihan rutin simulasi blokade laut yang libatkan warga sipil pakai kendaraan roll-on/roll-off. China, di sisi lain, tes teknik pendaratan cepat di pantai sendiri, tapi Taiwan yakin pertahanan pantai yang kuat plus ranjau laut bisa tunda invasi berhari-hari, beri waktu sekutu campur tangan.
Kesiapan Sipil dan Psikologis: Taiwan Sudah Siap Hadapi Invasi Besar-besaran Dari China
Bukan cuma militer, seluruh bangsa dilibatkan. Mulai pekan ini, setiap rumah tangga terima buku panduan keamanan publik 2025 yang ajar cara hadapi invasi, serangan udara, atau sabotase kabel bawah laut. Buku itu tegas bilang: “Segala klaim pemerintah menyerah adalah palsu,” untuk lawan propaganda China. Panduan termasuk peta evakuasi buatan sendiri, tas darurat dengan air, makanan siap saji, dan obat-obatan untuk bayi serta lansia. Agensi Mobilisasi Pertahanan Total ajar warga identifikasi seragam militer China versus Taiwan, plus strategi bicara dengan anak soal ancaman militer. Program TV militer Juguang Garden tambah segmen analisis perang kognitif China sejak 2025, bangun kebanggaan nasional dan siapkan mental lawan pesan manipulatif. Presiden Lai sebut tantangan dari bencana alam hingga agresi China butuh persiapan kolektif—semakin siap, semakin aman.
Dukungan Internasional dan Tantangan
Taiwan tak sendirian; dukungan AS krusial. Penjualan senjata baru ini sinyal komitmen Washington jaga keseimbangan Indo-Pasifik, meski Trump sempat tunda bantuan 400 juta dolar untuk negosiasi dagang dengan China. Laporan AS-China sebut China tingkatkan kemampuan invasi tanpa peringatan panjang, tapi Taiwan harap jaminan keamanan ala NATO dari sekutu. Tantangan besar: China normalisasi Selat Taiwan sebagai wilayahnya lewat latihan rutin, konsumsi sumber daya Taiwan dan kaburkan batas damai-perang. Taiwan prediksi China siap invasi 2025, tapi pakar AS bilang belum pasti—cuaca musim dingin dan politik internal China bisa tunda. Fokus Taiwan kini budget khusus perang asimetris di atas satu triliun dolar Taiwan, meski partai oposisi KMT khawatir beban ekonomi.
Kesimpulan
Kesiapan Taiwan hadapi invasi besar dari China bukan mimpi, tapi realitas yang dibangun lewat strategi cerdas dan semangat nasional. Dari rudal asimetris hingga panduan sipil, pulau ini tunjukkan ketangguhan yang bisa bikin invasi mahal bagi Beijing. Dukungan AS beri napas, tapi akhirnya, perlawanan sipil dan militer jadi kunci. Di 2025 yang penuh ketegangan, Taiwan pesan jelas: agresi takkan mudah. Harapannya, kesiapan ini cegah perang, bukan undangnya—karena di Selat Taiwan, ketahanan adalah benteng terkuat.