Tentara Israel Melindas Warga Palestina di Tepi BaratSeorang tentara cadangan Israel menabrak seorang warga Palestina yang sedang salat di pinggir jalan di Tepi Barat pada 25 Desember 2025. Kejadian ini terjadi di desa Deir Jarir dekat Ramallah, terekam video yang beredar luas. Pelaku menggunakan kendaraan roda empat sambil membawa senjata, dan korban berusia 23 tahun tak mengalami luka serius meski terjatuh. Militer Israel langsung bertindak dengan menyita senjata pelaku dan memecatnya dari dinas cadangan karena dianggap melanggar wewenang secara berat. BERITA OLAHRAGA
Rekaman Video dan Kronologi Kejadian: Tentara Israel Melindas Warga Palestina di Tepi Barat
Video tanpa suara menunjukkan pelaku berpakaian sipil tapi bersenjata mengendarai kendaraan off-road mendekati korban yang sedang sujud di tepi jalan. Kendaraan langsung menabrak hingga korban terdorong, lalu pelaku terus melaju seolah mendorong lebih jauh. Sebelumnya di hari yang sama, pelaku diduga melepaskan tembakan di desa tersebut, melukai seorang warga Palestina. Kejadian ini bagian dari rangkaian kekerasan di Tepi Barat, di mana pemukim sering terlibat dalam serangan terhadap warga lokal. Video cepat menyebar di media sosial, memicu kecaman dari berbagai pihak.
Respons Militer Israel: Tentara Israel Melindas Warga Palestina di Tepi Barat
Militer Israel mengakui pelaku adalah tentara cadangan dan langsung investigasi insiden tersebut. Mereka sebut tindakan itu “pelanggaran serius wewenang” serta “penyimpangan berat”. Senjata pelaku disita, dinas cadangannya dihentikan, dan kasus dirujuk ke polisi militer. Pelaku sempat ditahan malam itu tapi dibebaskan dengan tahanan rumah lima hari. Langkah ini dianggap cepat oleh militer, meski aktivis hak asasi manusia kritik sebagai hukuman ringan mengingat seringnya impunitas dalam kasus serupa.
Konteks Kekerasan di Tepi Barat
Kejadian ini tambah daftar panjang kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat sepanjang 2025. Tahun ini jadi salah satu yang paling brutal, dengan ratusan luka dan korban jiwa akibat serangan pemukim yang sering dilindungi atau tak dihukum berat. Tepi Barat tetap tegang pasca-perang Gaza, dengan serangan pemukim naik signifikan. Kasus ini soroti masalah impunitas, di mana sebagian besar pengaduan kekerasan pemukim tak berujung tuntutan.
Kesimpulan
Insiden tentara cadangan Israel menabrak warga Palestina saat salat jadi contoh kekerasan di Tepi Barat yang terus berulang. Meski militer Israel ambil tindakan cepat dengan pemecatan dan penyitaan senjata, kejadian ini tingkatkan kekhawatiran soal impunitas pemukim bersenjata. Korban selamat tanpa luka parah, tapi momen ini ingatkan situasi rentan di wilayah pendudukan. Harapan tetap pada investigasi menyeluruh untuk cegah insiden serupa di masa depan.