pelajar-ditemukan-tewas-di-sungai-ciujung

Pelajar Ditemukan Tewas di Sungai Ciujung. Tragedi yang menimpa dunia pendidikan kembali jadi sorotan di Kabupaten Lebak, Banten, saat seorang pelajar SMP ditemukan tewas di Sungai Ciujung. Pada Rabu, 10 Desember 2025, jasad Takmudin (13), siswa SMP Negeri 4 Rangkasbitung asal Kampung Angsana, Desa Cikatapis, Kecamatan Kalanganyar, ditemukan mengambang sekitar pukul 14.35 WIB, berjarak 100 meter dari lokasi kejadian. Korban hilang sehari sebelumnya saat berenang bersama empat temannya di sungai yang arusnya deras pasca-hujan deras. Tim SAR gabungan Basarnas Banten, BPBD Lebak, PMI, dan warga setempat lakukan pencarian intensif selama dua hari, akhirnya temukan korban di bawah pohon bambu perbatasan Desa Kadu Agung Timur dan Cikatapis. Insiden ini bukan yang pertama di Sungai Ciujung, sungai ikonik Lebak yang sering jadi tempat rekreasi anak muda, tapi juga sumber musibah saat debit air naik. Di tengah musim hujan yang tak menentu, kejadian ini ingatkan urgensi pengawasan orang tua dan edukasi keselamatan air. INFO SLOT

Kronologi Kejadian yang Tragis: Pelajar Ditemukan Tewas di Sungai Ciujung

Kejadian bermula Selasa sore, 9 Desember 2025, sekitar pukul 16.00 WIB, saat Takmudin pulang sekolah dan memutuskan berenang di Sungai Ciujung bersama empat teman sebayanya. Mereka main di tepi sungai dekat Kampung Angsana, tapi tiba-tiba arus deras terseret lima anak itu. Empat teman berhasil selamat dengan bantuan warga yang dengar teriakan minta tolong, tapi Takmudin hilang ditelan arus. Keluarga langsung laporkan ke pos polisi setempat, picu operasi SAR gabungan yang mulai pukul 17.00 WIB. Hari pertama, tim sisir 5 kilometer menggunakan perahu karet, tapi tak ketemu—arus deras dan kedalaman sungai bikin sulit. Pagi Rabu, pencarian lanjut dengan 20 personel, dan pukul 14.35 WIB, korban ditemukan tak bernyawa. Evakuasi langsung dilakukan, jasad dibawa ke rumah duka untuk visum, konfirmasi penyebab kematian aspirasi air.

Upaya Pencarian yang Maksimal: Pelajar Ditemukan Tewas di Sungai Ciujung

Tim SAR gabungan tampilkan koordinasi solid sejak laporan masuk. Basarnas Banten pimpin operasi dengan dua perahu karet dan drone untuk pantau aliran, didukung BPBD Lebak yang sediakan logistik dan PMI untuk evakuasi medis. Warga lokal, termasuk nelayan, bantu sisir manual di spot-spot tersembunyi seperti akar pohon dan bendungan alami. Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, bilang tantangan utama arus pasca-hujan yang capai 2-3 meter per detik, plus cuaca mendung yang batasi visibilitas. Meski gagal selamatkan korban, upaya ini tunjukkan respons cepat—dari koordinasi dengan Polsek Karanganyar hingga posko darurat di tepi sungai. Ini mirip operasi sebelumnya di Sungai Ciujung, di mana bocah 4 tahun tewas terseret arus Februari lalu, tapi kali ini fokus pada pencegahan dengan sosialisasi ke sekolah setempat.

Respons Keluarga dan Masyarakat Lokal

Keluarga Takmudin hancur saat terima kabar. Ayah korban, yang kerja buruh tani, sesal tak awasi anak pasca-sekolah: “Dia bilang mau main sebentar, tapi sungai lagi deras,” katanya sambil peluk jenazah. Warga Kampung Angsana gelar doa bersama di masjid desa, dengan tokoh masyarakat ingatkan bahaya sungai musim hujan. Empat teman selamat kini dapat konseling dari Dinas Sosial Lebak, hindari trauma. Masyarakat tuntut pemasangan papan peringatan dan pagar pengaman di spot rawan, karena Sungai Ciujung sering jadi tempat mandi anak-anak. Polisi tak temukan unsur pidana, tapi sarankan orang tua edukasi anak soal keselamatan air. Ini jadi momen refleksi komunitas: rekreasi alam bagus, tapi pengawasan krusial.

Kesimpulan

Penemuan jasad Takmudin di Sungai Ciujung pada 10 Desember 2025 tutup babak tragis yang mulai dari berenang iseng jadi hilang nyawa, dengan upaya SAR gabungan yang maksimal meski tak selamatkan korban. Dari kronologi arus deras hingga duka keluarga, insiden ini soroti risiko sungai ikonik Lebak di musim hujan, tuntut aksi nyata seperti papan peringatan dan edukasi sekolah. Masyarakat dan pemerintah punya peran besar cegah kejadian serupa—pengawasan orang tua dan fasilitas aman jadi kunci. Takmudin pergi terlalu dini, tapi harapannya pelajaran ini selamatkan generasi selanjutnya. Doa untuk keluarga, dan semangat untuk Lebak yang lebih aman.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *