Penemuan Mayat Perempuan di Sungai Sampean Situbondo. Warga Sungai Sampean di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan tanpa identitas pada Kamis (8/1/2026). Sosok jasad ditemukan mengambang di aliran sungai oleh dua pemancing yang sedang berada di lokasi. Peristiwa ini langsung menarik perhatian masyarakat sekitar karena kondisi jenazah yang sudah mulai mengalami pembusukan dan belum diketahui identitas maupun penyebab kematiannya. Evakuasi jenazah serta penyelidikan pun dilakukan oleh pihak berwenang untuk mengungkap fakta di balik temuan tragis ini. INFO PROPERTI
Jenazah tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut dan pemeriksaan oleh petugas. Kasus ini masih menjadi fokus penyelidikan pihak kepolisian yang bekerja sama dengan BPBD serta instansi terkait lainnya agar penyebab meninggalnya korban dapat diketahui dengan jelas.
kronologi penemuan di lokasi sungai: Penemuan Mayat Perempuan di Sungai Sampean Situbondo
Peristiwa bermula ketika dua warga yang sedang memancing di pinggir Sungai Sampean sekitar petang hari menemukan sesuatu yang mengapung di permukaan air. Awalnya, mereka mengira itu hanyalah benda tak berbahaya yang terbawa arus, namun setelah didekati ternyata mayat manusia berjenis kelamin perempuan. Kejadian ini kemudian langsung dilaporkan kepada warga sekitar dan perangkat desa untuk ditindaklanjuti.
Mengetahui laporan tersebut, aparat desa bersama tim dari BPBD Situbondo, relawan Tagana, serta warga secara bersama-sama menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi. Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, menyatakan bahwa jenazah dalam kondisi yang sudah mengalami pembusukan cukup parah, yang menunjukkan bahwa korban kemungkinan telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.
Proses evakuasi berjalan dengan tertib meskipun sempat menarik perhatian warga setempat. Pihak BPBD bekerja sama dengan pihak rumah sakit segera membawa jenazah ke RSUD Abdoer Rahem Situbondo untuk penanganan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan awal tubuh korban guna memperoleh petunjuk awal mengenai identitas ataupun waktu kejadian.
proses identifikasi dan penyelidikan pihak berwenang: Penemuan Mayat Perempuan di Sungai Sampean Situbondo
Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke instalasi jenazah rumah sakit untuk dilakukan identifikasi oleh tim medis. Kondisi tubuh yang mulai rusak karena pembusukan menjadi tantangan tersendiri dalam proses ini, sehingga tim medis melakukan pemeriksaan dengan hati-hati untuk mencari tanda-tanda yang dapat membantu mengungkap identitas korban. Hingga kini, belum ada informasi yang jelas mengenai identitas korban, sehingga pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa untuk melapor dan membantu proses identifikasi.
Pihak kepolisian bersama BPBD juga telah memulai proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian perempuan tersebut. Penyelidikan mencakup pemeriksaan sekitar lokasi penemuan, pengambilan sampel yang diperlukan, serta meminta keterangan dari warga yang pertama kali menemukan jasad. Selain itu, tim Inafis dari Polres Situbondo turut dilibatkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sehingga setiap petunjuk dapat dikumpulkan secara sistematis.
Belum ada kesimpulan resmi apakah kasus ini merupakan akibat kecelakaan, sebab alami, atau unsur lain yang bersifat kriminal. Penyebab kematian akan lebih jelas setelah hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan kepolisian rampung, termasuk apabila ditemukan bukti-bukti baru yang mengarah pada motif tertentu atau keterlibatan pihak lain.
respons masyarakat dan imbauan aparat
Penemuan mayat ini tentu membuat warga sekitar merasa prihatin sekaligus khawatir. Beberapa warga mengaku kaget mengetahui ada jenazah tanpa identitas di sungai, terutama karena lokasi tersebut sering digunakan oleh masyarakat untuk beraktivitas seperti memancing atau sekadar bersantai di tepi sungai. Kejadian seperti ini dianggap tidak biasa dan menjadi perhatian serius bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai Sampean.
Sementara itu, aparat desa dan aparat keamanan setempat terus mengimbau kepada masyarakat untuk berkoordinasi jika menemukan kejadian serupa atau hal mencurigakan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya agar tidak terjadi kesalahpahaman atau berita yang menimbulkan keresahan publik.
Pihak kepolisian juga meminta dukungan masyarakat untuk memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan lebih cepat dan akurat. Kerja sama antara warga dan pihak berwenang menjadi kunci dalam menangani kasus ini, sehingga proses identifikasi dan penemuan fakta di balik kematian korban dapat segera terungkap.
kesimpulan
Temuan mayat perempuan di Sungai Sampean, Situbondo menimbulkan keprihatinan di kalangan warga setempat karena kondisi korban yang sudah mengalami pembusukan dan belum diketahui identitasnya. Evakuasi dilakukan oleh BPBD bersama aparat desa dan relawan, kemudian jenazah dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, termasuk upaya kepolisian untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi dan penyebab kematiannya. Masyarakat diminta tetap tenang dan membantu pihak berwenang dengan informasi yang mereka miliki, terutama jika ada keluarga yang memiliki anggota hilang sesuai dengan ciri-ciri korban.
Dengan proses identifikasi yang masih berjalan, diharapkan kasus ini dapat terungkap secara utuh sehingga keluarga korban dapat mengetahui nasib orang yang mereka cintai dengan jawaban yang jelas dan sesuai fakta yang ditemukan di lapangan.