Kongres AS Lepas Sanksi Suriah. Kongres Amerika Serikat secara permanen mencabut sanksi terhadap Suriah pada 17 Desember 2025, dengan menyetujui pencabutan Caesar Act yang menjadi bagian dari undang-undang pertahanan tahunan. Langkah ini menandai pergeseran kebijakan signifikan setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad setahun lalu, membuka jalan bagi investasi asing dan pemulihan ekonomi di negara yang porak-poranda akibat perang saudara panjang. Pencabutan sanksi era Assad ini mendapat dukungan luas dari kedua partai, sebagai upaya memberikan kesempatan bagi rakyat Suriah untuk membangun kembali negeri mereka di bawah pemerintahan baru yang dipimpin Ahmed al-Sharaa. TIPS MASAK
Latar Belakang Sanksi Caesar Act: Kongres AS Lepas Sanksi Suriah
Caesar Act diberlakukan pada 2019 untuk menghukum rezim Assad atas pelanggaran hak asasi manusia berat, termasuk penyiksaan dan pembunuhan massal yang didokumentasikan. Sanksi ini membatasi investasi asing, memutus akses ke sistem perbankan internasional, dan menghambat rekonstruksi. Meski efektif menekan rezim lama, dampaknya juga menyulitkan rakyat biasa, memperburuk krisis ekonomi dan kemanusiaan. Setelah Assad digulingkan pada Desember 2024 oleh kelompok pemberontak, sanksi ini dianggap tidak lagi relevan dan justru menghalangi pemulihan. Administrasi sebelumnya telah melonggarkan sebagian sanksi secara bertahap sejak pertengahan 2025, tapi pencabutan permanen memerlukan persetujuan Kongres.
Proses Pencabutan oleh Kongres: Kongres AS Lepas Sanksi Suriah
Pencabutan dimasukkan dalam National Defense Authorization Act untuk tahun fiskal 2026, yang disetujui DPR dan Senat dengan suara mayoritas. Proses ini didorong oleh janji untuk mendukung pemerintahan baru Suriah, dengan laporan berkala setiap enam bulan selama empat tahun ke depan. Laporan tersebut memastikan kemajuan dalam pemberantasan terorisme, perlindungan hak minoritas etnis dan agama, serta menghindari aksi militer provokatif terhadap tetangga. Jika kondisi tidak terpenuhi, sanksi individu bisa diterapkan kembali. Dukungan bipartisan ini mencerminkan pandangan bahwa sanksi era Assad sudah usang pasca-perubahan politik besar di Damaskus.
Dampak bagi Pemulihan Suriah
Langkah ini diharapkan membuka pintu lebar bagi investasi internasional, terutama di sektor infrastruktur, energi, dan rekonstruksi. Pemerintahan Ahmed al-Sharaa menyambut baik keputusan ini sebagai peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang sudah menunjukkan tanda positif. Sanksi yang tersisa hanya menargetkan individu terkait Assad, pelaku pelanggaran hak asasi, dan aktor destabilisasi regional. Bagi rakyat Suriah yang baru merayakan satu tahun tanpa Assad, ini menjadi harapan nyata untuk stabilitas dan kemakmuran, meski tantangan seperti pengungsi dan kerusakan infrastruktur masih besar.
Kesimpulan
Pencabutan sanksi Suriah oleh Kongres AS menjadi tonggak penting dalam hubungan baru antara Washington dan Damaskus pasca-jatuhnya Assad. Dengan membuka akses ekonomi global, langkah ini memberikan peluang bagi Suriah untuk bangkit dari reruntuhan perang, sekaligus menjaga mekanisme pengawasan untuk memastikan kemajuan demokrasi dan stabilitas. Ke depan, keberhasilan pemulihan akan bergantung pada komitmen pemerintahan baru serta dukungan internasional yang berkelanjutan, demi masa depan yang lebih damai bagi rakyat Suriah.